MANADO, 23 APRIL 2026 – Bank Indonesia (BI) mendorong Pemerintah Kota Tomohon untuk memperkuat ketahanan pangan melalui transformasi program pengendalian inflasi terbaru.
Ini terungkap dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), yang digelar di Tomohon, Kamis (23/4). Dimana Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Sulawesi Utara (Sulut) Joko Supratikto, memaparkan bahwa pada tahun 2026, Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) telah bertransformasi menjadi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS).
Program ini lebih menekankan pada integrasi sinergi pusat-daerah. “Meski inflasi di Sulut relatif rendah, harga komoditas tertentu masih sering bergejolak. Kota Tomohon perlu melakukan optimalisasi Gerakan Pangan Murah serta penguatan kelembagaan petani,” kata Joko.
Secara spesifik, BI menyarankan penguatan produktivitas melalui program lokal seperti PATUA dan WANUA untuk memastikan ketersediaan komoditas strategis. BI sendiri memposisikan diri sebagai katalisator agar kebijakan pengendalian harga oleh pemerintah daerah lebih tepat sasaran.
Kegiatan ini dipimpin Wali Kota Caroll Senduk ini turut dihadiri oleh jajaran petinggi BI Gorontalo, BPS, serta Wakil Wali Kota Tomohon Sendy G.A. Rumajar. Pertemuan diakhiri dengan penandatanganan komitmen bersama KAD sebagai langkah nyata menjaga stabilitas ekonomi regional di kedua provinsi. (gracey)





