MANADO, 21 APRIL 2026 – Kegiatan kegiatan studi visit dan capacity building pada 14 April hingga 16 April, yang diikuti oleh Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Sulawesi utara (Sulut), di Jawa Timur memiliki tujuan yang wajib dicapai.
Dimana kegiatan ini diharapkan mampu meningkatakn pendapatan asli daerah atau PAD masing masing kabupaten dan kota yang ada di Nyiur Melambai, melalui adopsi inovasi digital. Fokus utama tertuju pada efektivitas sistem pembayaran pajak berbasis ekosistem e-commerce.
Seperti belajar tentang Inovasi “Sambel Bajak” milik Jatim terbukti mendongkrak jumlah wajib pajak non-tunai sebesar 13,91%, dan mendorong pertumbuhan penerimaan pajak sebesar 6,16% dalam setahun. Selain pajak kendaraan, rombongan TP2DD Sulut juga mendalami digitalisasi parkir berbasis EDC dengan dukungan Artificial Intelligence (AI) di Kota Surabaya.
“Studi ini menjadi momentum untuk mempercepat perbaikan tata kelola keuangan di daerah,” jelas Kepala Tim SP PUR KPw BI Sulut Ircham Andrianto Taufick yang juga memimpin rombongan ini.
Selain aspek teknis pembayaran, peserta menerima asistensi langsung dari Kementerian Keuangan dan Kemenko Perekonomian mengenai strategi penguatan kemandirian fiskal. Hasil dari kunjungan ini akan dituangkan dalam finalisasi laporan monitoring dan penguatan kinerja Bank RKUD (BPD SulutGo) untuk mendukung transparansi anggaran. (gracey)





