MANADO, 20 APRIL 2026 – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), bersama Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Sulut menggelar ke Provinsi Jawa Timur (Jatim), pada 14–16 April 2026.
Langkah strategis ini diambil guna mempercepat implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) di Bumi Nyiur Melambai. Dalam siaran pers yang diterima MANADONES, Kepala Tim SP PUR KPw BI Sulut Ircham Andrianto Taufick menjelaskan, kegiatan ini merupakan respons atas perlunya peningkatan kinerja TP2DD di wilayah Sulut.
“Masih ada aspek yang perlu diperkuat, terutama terkait diagnostic tools, penyusunan program unggulan, hingga optimalisasi Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD),” ujar Ircham. Diungkap juga, dipilihnya Jawa Timur sebagai lokasi studi didasarkan pada prestasi gemilang provinsi tersebut yang menyabet delapan penghargaan pada Championship TP2DD 2025.
Salah satu inovasi yang dipelajari adalah program Sambil Belanja Online Bayar Pajak (Sambel Bajak), yang berhasil meningkatkan penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Jatim menjadi Rp8,26 triliun pada 2024. “Kegiatan ini juga menargetkan kenaikan peringkat pada Championship TP2DD 2026 melalui penguatan transaksi non-tunai dan perbaikan kualitas pelaporan, berdasarkan kunjungan ini,” tambah Ircham yang juga pimpinan kegiatan ini.
Sejumlah pimpinan perangkat daerah ikut pada kegiatan ini seperti Kepala Bapenda Kota Manado Jefry Mongdong, Kepala Bapenda Minahasa Selatan Melky Manus, Kepala BPKPD Bolaang Mongondow Ashari Sugeha, Kepala BPKPD Bolaang Mongondow Selatan Lasya L Mamonto, Kepala Bapenda Minahasa Jeffry M. Tangkulung, serta tim teknis TP2DD dan BPD SulutGo. (gracey wakary)





