MANADO, 27 JUNI 2025 – Gelaran nasional, untuk mendorong inovsi dan kreativitas dengan mengendepan AI atau kecerdasan buatan, kembali dihadirkan perguruan tinggi (PT) vokasi terbaik Indonesia yang ada di Sulawesi utara, Politeknik Negeri Manado (Polimdo).
Dengan mengambil tema “Meningkatkan Daya Saing Bangsa Melalui Inovasi Riset Pendidikan Vokasi yang Berdampak”, Polimdo menghadirkan seminar nasional dengan pemicara nasional yang merupakan pakar pada bidangnya, sekelas Dr Ir Kurnianingsih ST MT dari Politeknik Negeri Semarang, dan Dr Juhartono MEng dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Dalam kegiatan nasional yang digelar di Auditorium Prof Ruddy Tenda Polimdo yang merupakan bagian dari rangkaian acara Produk Terapan Unggulan Vokasi (PTUV) ke-5 ini.
Kurnianingsih menjelaskan pentingnya AI pada sektor pendidikan. Dia menyebut teknologi seperti blockchain dan AI telah membawa transformasi besar, tidak hanya dalam dunia bisnis tetapi juga di sektor pendidikan, pertanian, dan lingkungan. “AI itu sangat membantu terutama pada sektor pendidikan. Untuk itu, kita mendorong inovasi dengan dukungan AI,” jelasnya dihadapan para peserta seminar yang memenuhi area gedung unggulan di Polimdo ini.
Sementara Juhartono menekankan pentingnya arah dan tujuan yang jelas dalam menciptakan inovasi yang terukur dan mememiliki sistem serta target yang jelas. “Perubahan selalu terjadi di dunia industri, dan inovasi jadi kuncinya, jika tidak mau berinovasi untuk maju,makayang ada hasilnya adalah stagnan dan bisa gagal,” terangnya, sembari mengurai perusahaan-perusahaan besar seperti Nokia, Sony, dan Kodak yang gagal beradaptasi dan berinovasi dengan perkembangan teknologi, meskipun mereka memiliki teknologi canggih dan riset yang mumpuni.
Pada sambutannya, Direktur Polimdo Dra Mareyke Alelo, MBA, menekankan tentang refleksi internal terhadap dampak yang dihasilkan oleh individu dan institusi mulai dari kemauan, pendanaan dan orientasi penelitian. “Negara maju sekalipun menghadapi tantangan serupa, termasuk pemotongan dana riset karena kebijakan politik. Kita perlu mengubah tantangan ini menjadi dampak nyata, khususnya dalam konteks riset vokasi yang terhilirisasi dan bermanfaat bagi masyarakat,” tegas pimpinan Polimdo dua periode ini. (gracey wakary)





