MANADO, 20 JUNI 2025 – Wajah pasangan suami istri, Yongky Papalapu dan Gisel Awui tak henti menatap wajah putra semata wayang mereka, Leonardo Xavier Papalapu yang baru berusia dua bulan, di ruang perawatan yang ada di RS Sentra Medika International yang ada ada di Minahasa utara (Minut), malam tadi.
Keluarga kecil ini, menjadi korban kecelakaan KM Barcelona V, yang terbakar di perairan Talise Minahasa Utara (Minut) sore tadi sekira pukul 15.30 WITA. Yongki asal Melonguane menceritakan, keluarga kecilnya didampingi ibu kandungnya, tidak pernah terbersit akan mengalami hal yang menakutkan, seperti yang dialami mereka. “Saat melihat api di dek yang membesar, saya langsung mencari jaket pelampung. yang satu saya pakaikan pada Gisel dan satunya pada ibu kami, Serli Sulumbanaung. Pelampung hanya dua. Jadi saya dan Leon, bayi kami yang tidak pakai jaket pelampung, karena dalam dek kamar kami, jaket pelampung hanya ada dua,” urai Yongki.
Keputusan ini diambil Yongki, karena yang paling rentan adalah sang ibu mertua dan istrinya. “Saya memutuskan Leon harus dengan saya. Kami kemudian melompat bersama, dan Leon terus bersama saya, usai itu Saya kemudian mencari kotak cool box kecil untuk mengamankan putra kami, dan berhasil,” katanya, sembari mengakui saat melompat dirinya sempat tenggelam beberapa meter bersama sang bayi sebelum mendapatkan kotak cool box. “Hampir sejam kami terombang ambing, dan anak kami dalam kondisi yang tak baik baik saja, karena terkena paparan sinar matahari dan air laut, sementara ibu saya terpisah namun kami telah mendapatkan info jika ibu kami sudah diamankan di daratan,” tambah Gisel yang sehari hari merupakan pegawai Bank SulutGo. Keluarga mereka, juga tercatat sebagai penumpang KM Barcelona V dari Pelabuhan Melonguane ke Pelabuhan Manado.
Untunglah mereka di evakuasi oleh BASARNAS Manado dan segera dibawa ke RS. Usai pemeriksaan Yongki dan Gisel, dalam kondisi sehat walau kelelahan. Namun berbeda dengan bayi Leon yang dalam kondisi genting karena paru parunya hampir dipenuhi oleh air laut atau mengalami Edema paru imersi. “Ini hasil foto toraks atau rontgen dada, bayi Leon hampir dipenuhi air laut. Kami sangat sedih tapi kami juga bersyukur karena keluarga kecil ini bisa selamat, kami berharap Leon bisa segera pulih,” ungkap salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi utara (Sulut), Jean Laluyan yang turun langsung menemui para korban kecelakaan KM Barcelona V di RS, didampingi salah satu pimpinan Divisi Corporate Secretary (Corsec) di Bank SulutGo Hence Rumende.





