MANADO, 1 AGUSTUS 2025 – Sebanyak 20 atlet dari 9 negara, memastikan diri berkompetisi di kompetisi internasonal freediving, Manado Depth Competition (MDC) 2025, pagi hari ini hingga 3 Agustus mendatang.
Masing masing mereka akan ikut dalam empat disiplin untuk kategori depth (kedalaman). Pada MANADONES, panitia pelaksana MDC 2025 mengurai keempat disiplin ini. Pertama, Constant Weight (CWT), disini atlet menyelam dan kembali ke permukaan dengan kekuatan sendiri menggunakan sirip (monofin atau bi-fins), serta pemberat yang digunakan untuk membantu turun tidak boleh dilepas di dasar atau dikedalaman tertentu.
Kedua, Constant Weight with Bi-fins (CWTB), salah satu disiplin atau kategori kompetisi dalam olahraga freediving ini mengharuskan atlet untuk menyelam ke kedalaman dan kembali ke permukaan dengan satu tarikan napas, dan bisa menggunakan sepasang sirip (bi-fins) untuk propulsi, bukan monofin, juga membawa beban (pemberat) yang sama saat turun dan naik, yang tidak boleh dilepas. Tidak boleh menggunakan tali pemandu untuk menarik diri ke bawah atau ke atas, kecuali untuk satu kali pegangan singkat di dasar untuk berbalik
Ketiga ada, Constant Weight without Fins (CNF), sama seperti CWT, tetapi atlet tidak menggunakan sirip. Mereka hanya mengandalkan gerakan kaki seperti gaya katak dan gerakan tangan untuk turun dan naik. Ini adalah disiplin kedalaman yang paling sulit dan atlet wajib memiliki kesiapan dan kondisi super prima. Terakhir atau keempat adalah, Free Immersion (FIM), disiplin ini mengharuskan atlet turun dan naik ke permukaan dengan cara menarik tali pemandu. Disiplin ini tidak menggunakan sirip atau gerakan kaki. Keuntungan dari FIM adalah atlet bisa menghemat energi karena tidak perlu bergerak banyak.
Para atlet freediving putra putri, yang turun dalam kompetisi yang didukung langsung oleh Association Internationale pour le Développement de l’Apnée atau International Association for the Development of Apnea (AIDA), berasal dari 9 negara yaitu Australia, Afrika Selatan, Amerika Serikat, China, India, Inggris, Maldive, Thailand, India dan Indonesia. (gracey wakary)





