MANADO, 2 SEPTEMBER 2025 – Efek minim akibat demo besar besaran di Indonesia sejak pekan lalu, yang dilakukan di Jakarta hingga Manado sere tadi, dirasakan juga di pasar saham.
Untuk Sulawesi utara (Sulut), demo ini sempat membuat para investor pasar modal lokal sempat was was. Disebutkan oleh Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI/IDEX) di Sulut, Mario Iroth pada Jumat hingga Senin kemarin. “Walau tidak terlau signifikan, namun beberapa saham utama sempat jatuh karena senimen pasar efek dari demo,” kata Mario.
Saham saham ini, sebutnya seperti BCA milik orang terkaya(orkay) di Indonesia, Hartono yang turun hingga 17%, kemudian saham sektor pertambangan mineral (emas) seperti PT Aneka Pertambangan Tbk (ANTM), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dari Grup Salim, yang diungkapnya banyak di beli karena korelasi dengan kenaikan harga emas. “Hingga hari ini Saham BCA DAN, ANTM banyak di minati para investor lokal kita,” jelas Mario.
Sementra itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa sore tadi ditutup menguat seiring dengan data-data perekonomian domestik yang tercatat solid. Dikutip dari ANTARA, IHSG ditutup menguat 66,52 poin atau 0,85 persen ke posisi 7.801,59. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 4,55 poin atau 0,58 persen ke posisi 793,25.
Di sisi lain, pelaku pasar masih mencermati potensi demo susulan, yang mana dikabarkan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia akan kembali menggelar aksi demo di Gedung DPR/MPR RI.
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham.Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham. Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sebelas atau semua sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang baku menguat sebesar 3,84 persen, diikuti oleh sektor properti dan sektor transportasi & logistik yang naik masing-masing sebesar 2,89 persen dan 2,07 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu RMKO, MKTR, TAYS, BAPA, dan PTSN. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni AEGS, MENN, KONI, KMTR, dan BNBA. Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.004.817 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 36,87 miliar lembar saham senilai Rp16,38 triliun. Sebanyak 576 saham naik, 126 saham menurun, dan 101 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 111,29 poin atau 0,26 persen ke 42.717,50, indeks Hang Seng turun 78,80 poin atau 0,32 persen ke 25.077,62, indeks Shanghai melemah 14,33 poin atau 0,37 persen ke 3.857,93, dan indeks Strait Times menguat 15,92 poin atau 0,37 persen ke 4.269,35. (gracey wakary)





