MANADO, 12 SEPTEMBER 2025 – Menjaga stabilitas harga pangan, sekaligus memastikan inflasi tetap terkendali sesuai sasaran nasional, di Kota Bitung maka dalam gelaran High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), yang digelar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung, dan Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara (Sulut) pada (10/9) lalu di Kota Bitung dihasilkan beberapa strategi utama.
Dalam siaran pers BI KPw Sulut yang diterima MANADONES, ada empat strategi yang akan dijalankan TPID Bitung untuk pengendalian inflasi. Pertama, menjaga keterjangkauan harga melalui operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah (GPM), agar masyarakat tetap dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga wajar. Kedua, memperkuat ketersediaan pasokan melalui kerja sama antar daerah (KAD) serta peningkatan produktivitas pertanian di tingkat lokal. Ketiga, memastikan kelancaran distribusi melalui Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) dengan skema subsidi ongkos transportasi sehingga pasokan merata ke seluruh wilayah.
Keempat, membangun komunikasi efektif melalui forum koordinasi seperti HLM dan capacity building bagi anggota TPID. Menurut Wakil Walikota Bitung Randito strategi utama ini juga membutuhkan kerja sama dan kolaborasi. “Hanya dengan gotong royong kita bisa menjaga keterjangkauan harga, menjamin pasokan yang merata, serta memperkuat ketahanan pangan lokal,” tuturnya.
TPID sendiri merupakan pertemuan penting antarlembaga dalam menjaga stabilitas harga melalui distribusi, logistik, dan komunikasi dengan masyarakat. Dimana ajang ini diharapkan bisa menjaga inflasi Sulut tetap dalam sasaran nasional 2,5% ± 1%. Selain itu, Kota Bitung meskipun bukan termasuk kota perhitungan Indeks Harga Konsumen (IHK), namun menjadi salah satu barometer penting mengingat pergerakan harganya cenderung mengikuti Manado. Komoditas yang paling sering memicu fluktuasi harga di Bitung adalah cabai rawit, cabai merah, bawang merah, dan bawang putih. (gracey wakary)





