MANADO, 13 SEPTEMBER 2025 – Untuk memenuhi kebutuhan komoditas pertanian pada masyaralat, dan menahan inflasi untuk tetap stabil, maka Pemerintah Kota Bitung dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Utara (Minut), melakukan penandatanganan Kerja sama Antar Daerah (KAD) Government-to-Government (G2G).
Penandatanganan ini, disaksikan langsung oleh Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sulawesi utara (Sulut), Joko Supratikto dan Wakil Wali Kota Bitung Randito Maringka, sebelum penutupan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang digelar oleh Pemerintah Kota Bitung, bersama KPw Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara (Sulut), pada 10 September.
Kerja sama ini untuk komoditas pertanian strategis, seperti cabe rawit, bawang dan tomat. Menariknya usai penandatangan KAD G2G, langsung dibicarakan tentang penjajakan KAD Business-to-Business (B2B), antara Perusahaan Umum Daerah (Perimda) Pasar Kota Bitung dan kelompok tani di Minahasa Utara untuk komoditas cabai rawit. Dimana kerja sama ini ditekankan pada komitmen kedua daerah yaitu, daerah yang mengalami surplus produksi dapat menyalurkan komoditasnya ke daerah defisit, sehingga harga tetap stabil dan kesejahteraan petani tetap terjaga.
“Stabilitas harga pangan adalah kunci untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Oleh karena itu, sinergi antar daerah, penguatan kapasitas produksi lokal, serta kelancaran distribusi harus terus kita perkuat,” ujar Joko yang menyambut baik kerj sama hasil HLM TPID yang digelar pada 10 September lalu. Penandatangan ini sendiri dilakukan oleh Wakil Walikota Bitung Randito Maringka, dan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Minut Drs Allan Mingkid, dan disaksikan langsung oleh anggota TPID Bitung dan perwakilan TPID Kabupaten Minut. (gracey wakary)





