MANADO, 26 OKTOBER 2025 – Aktivitas dan akses yang melibatkan para sahabat disabilitas di ruang publik, masih sangat minim begitu juga dengan pemahaman pentingnya inklusi bersama, demi mendorong Indonesia yang berdaya masih kurang terlihat di masyarakat umum.
Dimana keberadaan para sahabat disabilitas kadang terlupakan. Ini menjadi tantangan besar dan harus dijembatani, demi mendorong kesetaraan. Untuk itulah Earlene Rundengan SPsi MSc selaku HC Practitioner Work & Organizational Psychologist sekaligus Founder Disabilitas Berdaya Indonesia, menghadirkan sebuah inisiatif sosial yaitu, Disabilitas Berdaya yang hadir untuk membuka lebih banyak ruang bagi teman disabilitas agar dapat mengembangkan potensi dan berdaya secara mandiri.
Inisiatif sosial ini, menurut perempuan Tomohon lulusan Utrecht University Belanda, untuk mendorong pengakuan, dan kesamaan hak bagi para disabilitas, dan melalui Disabilitas Berdaya para sahabat disabilitas dalam memperoleh akses terhadap pendidikan, pelatihan, dan kesempatan kerja belum setara.
Pada MANADONES, Earlene menjelaskan kehadiran Disabilitas Berdaya yang didirikannya pada tahun 2023 berfokus pada pengembangan karier, peningkatan kapasitas, serta advokasi kesempatan kerja inklusif. “Kami berupaya menghubungkan penyandang disabilitas dengan dunia kerja melalui pendekatan berbasis edukasi dan kolaborasi. Dimana, Disabilitas Berdaya berangkat dari keyakinan bahwa setiap individu memiliki hak untuk berkembang dan berkontribusi,” katanya.
Inisiatif ini, sebutnya juga untuk menciptakan ruang di mana para disabilitas bisa mengakses pelatihan, asesmen, serta peluang kerja yang sesuai dengan potensi mereka. Beberapa program yang dijalankan meliputi pelatihan pengembangan karier seperti penulisan CV, persiapan wawancara kerja, hingga asesmen potensi diri secara daring. Selain itu, Disabilitas Berdaya juga aktif menjalankan kampanye publik untuk meningkatkan kesadaran perusahaan terhadap pentingnya penerapan prinsip kerja inklusif.
Sejak berdiri, inisiatif ini telah bekerja sama dengan berbagai komunitas dan profesional di bidang psikologi serta sumber daya manusia. Melalui kolaborasi tersebut, Disabilitas Berdaya berupaya menciptakan ekosistem kerja yang lebih adil dan terbuka bagi seluruh kalangan. “Ke depan, Disabilitas Berdaya menargetkan pengembangan platform digital yang dapat diakses oleh penyandang disabilitas di seluruh Indonesia. Platform ini diharapkan menjadi wadah bagi teman disabilitas untuk belajar, berjejaring, dan menemukan peluang karier yang sesuai,” ungkapnya, sembari menyebut dorongan sang ibu, Novita Rompies yang membuatnya seperti saat ini, yang menomorsatukan kesamaan hak. “Ibu saya adalah teladan yang mendorong saya seperti saat ini,” tambahnya.
Dengan semangat “akses adalah langkah pertama menuju pemberdayaan,” Disabilitas Berdaya terus berkomitmen memperluas dampak sosialnya dalam mendorong kesetaraan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas di Indonesia. (gracey wakary)





