MANADO, 28 OKTOBER 2025 – Animo luar biasa, terlihat pada gelaran Kejuaraan Catur Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) terbuka, “Unsrat Chess 2025” yang resmi dimulai siang tadi.
Tidak tanggung tanggung, ajang prestasi yang merupakan bagian dari Dies Natalis ke-64 Unsrat ini, diikuti oleh 297 atlet amatir terdiri dari kategori nonmaster sebanyak 150 atlet, internal Unsrat sebanyak 50 atlet, dan atlet pelajar sebanyak 97, yang mencoba memperebutkan tropi Rektor Unsrat dan hadiah uang puluhan juta rupiah ini.
Berdasarkan data yang diperoleh, untuk kategori internal Unsrat dimenangkan oleh George Lamia, mahasiswa Fakultas Hukum Unsrat. Di babak keenam atau terakhir, George bertarung dengan Yeremia Gerry Wibowo dari Fakultas Tehknik Unsrat. Hasil remis membuat Gerry berada di posisi kedua.
Sementara itu, untuk kategori non master dimenangkan oleh Rafi Wuner, selanjutnya berturut-turut di peringkat kedua Yuda Lumempouw. Sedangkan di kategori pelajar, Yosia Rabelaun berada di posisi pertama, disusul Brilian Robot, dan Culen Paruntu, diposisi ketiga.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Sulut Jemmy Ringkuangan dalam sambutanya menyebut, ajang “Unsrat Chess 2025” menjadi peluang untuk mengembangkan bakat, intelektualitas, dan sportivitas. “Catur adalah olahraga perpaduan antara latihan konsentrasi, strategi, disiplin, dan keteguhan hati yang mencerminkan karakter bangsa. Untuk itu, bermainlah dengan penuh kehormatan, keberanian, dan rasa ingin tahu,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Rektor I Unsrat Bidang Akademik Prof Ir Arthur Pinaria PhD menjelaskan kejuaraan catur ini, memiliki makna yang sangat relevan, dimana catur diungkapnya bukan hanya olahraga otak, tetapi juga seni berpikir. (gracey wakary)





