MANADO, 18 NOVEMBER 2025 – Kabupaten Minahasa Utara (Minut), mencatatkan pertumbuhan pembayar digital yang luar biasa menjelang akhir tahun 2025 ini.
Tidak tanggung tanggung, Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (KPw) Sulawesi Utara (Sulut) melaporkan lonjakan volume transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) hingga lebih dari 400 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dijelaskan oleh Kepala Tim Sistem Pembayaran BI KPw Sulut Ircham Andrianto Taufick, perubahan perilaku masyarakat Minut dalam bertransaksi semakin nyata. Berdasarkan data per September 2025, total transaksi QRIS telah mencapai 3,2 juta kali dengan nilai nominal fantastis.
“Periode Januari hingga September 2025 sudah membukukan 3,2 juta transaksi QRIS dengan nilai Rp313,45 miliar. Angka ini jauh melampaui periode yang sama di tahun 2024 yang hanya mencatat 553 ribu transaksi senilai Rp73,04 miliar,” jelas Ircham dalam keterangannya terkait sinergi BI dan Utu Keke 2025 di kegiatan Pemiliha Utu dan Keke 2025 belum lama ini. Diurainya pertumbuhan ini juga didukung oleh perluasan sisi supply. Ircham mencatat, hingga September 2025, terdapat lebih dari 23.000 merchant QRIS di Minut, di mana 1.000 di antaranya merupakan merchant baru yang bergabung sepanjang tahun ini.
Salah satu pendorong utama akselerasi ini adalah kolaborasi lintas sektor, termasuk sinergi dengan ajang pemilihan duta wisata Utu Keke Minahasa Utara 2025. Selama rangkaian kegiatan tersebut, BI mencatat adanya tambahan 124.988 transaksi QRIS baru. “Sinergi ini memberikan dampak signifikan pada ekosistem digital di Minut. Dengan pendekatan berbasis komunitas, Minut menjadi salah satu daerah dengan momentum digitalisasi tercepat yang mendukung pertumbuhan ekonomi Sulut,” pungkas Ircham. (Gracey Wakary)





