MANADO, 31 FEBRUARI 2026 – Friderica Widyasari Dewi malam tadi resmi ditunjuk sebagai Plt Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menggantikan dua pimpinan yang menggundurkan diri yaitu Mahendra Siregar dan Mirza Adityaswara.
Kiki, sapaan akrabnya, sebelumnya menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK. Seperti dikutip dari siaran pers OJK hari ini, penetapan tersebut diumumkan oleh Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK M. Ismail Riyadi melalui keterangan tertulis di Jakarta.
Kiki, yang sempat menemani Ratu Maxima dari Belanda saat berkunjung sebagai duta dari PBB akhir 2025 lalu ini, lahir di Jawa Tengah, pada 28 November 1975. Ia menyandang gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada pada 2001, dan gelar Master of Business Administration di California State University, Amerika Serikat, pada 2004.
Sebelum terjun di dunia bisnis dan ekonomi nasional, Kiki meniti karir didunia hiburan sebagai aktris di beberapa seri tv alias sinetron, sebelum mulai meniti karir di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2005 hingga menjadi Direktur Pengembangan BEI periode 2009-2015.
Kiki sendiri sempat memberikan kuliah umum pada 1000 mahasiswa di Sulawesi utara (Sulut) awal 2025 lalu. Selain itu, wanita ramah ini pernah bergabung dengan self-regulatory organizations (SRO) lainnya, yakni PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), sebagai Direktur Keuangan pada 2015-2016. Ia kemudian terpilih sebagai Direktur Utama KSEI periode 2016-2019.
Ia lalu melanjutkan kariernya di salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor jasa keuangan, yaitu PT BRI Danareksa Sekuritas, dan menduduki posisi Direktur Utama pada 2020-2022. Usai lolos fit and proper test yang diselenggarakan oleh Komisi XI DPR RI, Friderica terpilih menjadi ADK OJK periode 2022-2027.
Sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, ia juga mengemban tugas menjadi Koordinator Dewan Pembina Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (SATGAS PASTI) dan Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) sejak 2023.
Selain aktif berkontribusi terhadap pengembangan sektor jasa keuangan domestik, ia juga bergabung menjadi anggota sejumlah organisasi keuangan internasional. Friderica menjadi anggota Advisory Board of OECD International Network on Financial Education (OECD/INFE) serta Governing Council of International Financial Consumer Protection Organisation (FinCoNet) sejak 2022 hingga sekarang.
Friderica meraih sejumlah penghargaan pada 2025, yakni Indonesia Outstanding Women Leader in Financial Services dari CNN Indonesia, BIG 40 Awards untuk kategori Consumer Protection Governance Strategist dari Bisnis Indonesia, serta The Most Outstanding Woman 2025 dari Infobank.
Pergantian ini dinilai sebagai langkah strategis pemerintah untuk lebih memperkuat sisi pelindungan konsumen di tengah masifnya digitalisasi keuangan. Friderica, yang memiliki rekam jejak panjang di Bursa Efek Indonesia dan berbagai lembaga keuangan, diharapkan mampu membawa OJK lebih responsif terhadap tantangan ekonomi di tahun 2026. (gracey)





