MANADO, 31 JANUARI 2026 – Kondisi geografis Kabupaten Kepulauan Sangihe menjadi bagian yang dibahas saat gelaran High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) siang kemarin (30/1) di Tahuna.
Dalam kegiatan yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe bersama Bank Indonesia (BI), Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Sulawesi utara ( Sulut) Joko Supratikto menyebut tantangan transportasi udara dan laut yang sering memicu kenaikan harga komoditas seperti cabai rawit dan bawang merah di Sangihe.
“Kami merekomendasikan penguatan Kerja sama Antar Daerah (KAD) dan Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) untuk menjaga kelancaran pasokan. Pengembangan infrastruktur logistik menjadi kunci di wilayah kepulauan,” ujar Joko. Dia juga menyebut Gerakan Pangan Murah (GPM) akan terus diintensifkan guna menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi global.
Dan merespon ungkapan data dari BI ini, Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, menegaskan bahwa stabilitas harga bahan pokok adalah syarat mutlak pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. “Kami siap untuk mendukung masukan BI dan yang menjadi hasil kegiatan ini,” tambahnya. (gracey wakary)




