MANADO, 1 FEBRUARI 2026 – Prestasi, dan capaian terus diraih oleh salah satu perguruan tinggi vokasi unggulan Indonesia, yang ada di Sulawesi utara (Sulut), selang 10 tahun belakangan ini.
Tidak tanggung tanggung, Polimdo mampu memberikan dampak pada pembangunan nasional, melalui program yang menyentuh pada masyarakat dan pada mahasiswa yang menempuh studi di Polimdo. Adapun keberhasilan Polimdo adalah pembinaan Desa Budo, yang mampu menjadi desa wisata andalan Indonesia dan diakui internasional hingga bertransformasi menjadi desa mandiri.

“Kesuksesan Desa Budo bahkan menarik perhatian dunia, dikunjungi langsung oleh perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan dicatat dalam publikasi internasional mereka selain Kementerian Pariwisata Indonesia,” ungkap Direktur Polimdo Dra Mareyke Alelo MBA pada MANADONES belum lama ini.
Tak hanya unggul dalam pengabdian masyarakat, Polimdo juga telah menjadi pusat pengembangan kompetensi vital di kawasan Indonesia Timur, dimana Polimdo telah menjadi lembaga tersertifikasi PADI untuk pelatihan selam, pusat sertifikasi bahasa Jepang, hingga pusat pelatihan pilot drone, tambah Alelo.
Dari sisi riset terapan, akademisi Polimdo ungkapnya telah melahirkan berbagai inovasi teknologi tepat guna yang langsung dimanfaatkan publik dan pemerintah. Beberapa di antaranya adalah mesin pengolahan gula semut, teknologi pengolahan cakalang fufu, serta pemanfaatan energi terbarukan untuk nelayan.
Pemerintah Kota Manado bahkan kini menggunakan alat pendeteksi bencana hasil riset Polimdo. Inovasi berwawasan lingkungan juga diciptakan lewat alat pencacah plastik yang mampu mendaur ulang limbah menjadi produk bernilai ekonomi seperti meja, kursi, dan paving block. “Kami siap menerima calon mahasiswa baru untuk siap menjadi SDM yang berdaya saing di dunia industry,” tambah Kabag Perencanaan, Keuangan, dan Umum Polimdo Tony Alalinti, S.Kom., MM.Kom, sambil menambahkan para calon mahasiswa bisa melihat profil Polimdo melalui web ini https://polimdo.ac.id. (gracey wakay)





