MANADO, 2 MARET 2026 – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara (Sulut), akan terus mendorong pengembangan ekonomi syariah guna memperkuat struktur ekonomi daerah, salah satunya dengan kegiatan Hijrah Fest 2026.
Kegiatan yang menjadi langkah strategis ini, diharapkan mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih tangguh dan berkelanjutan di Bumi Nyiur Melambai, dan mencapai target Indonesia sebagai Pusat Ekonomi Syariah Dunia di Tahun 2029 mendatang.
Diungkap Kepala KPw BI Sulut Joko Supratikto, berbagai inisiatif akan yang dijalankan dengan berfokus pada transformasi sektor riil hingga peningkatan pemahaman masyarakat. “BI Sulut pun telah menetapkan dan fokus pada empat sasaran utama yang strategis ini,” ujar Joko, saat membacakan sambutannya di Puncak Acara HIJRAH Sulut Fest atau Festival Halal, Inklusif dan Hijau Ramadhan Sulawesi Utara Tahun 2026 yang digelar Sabtu (28/2), di Atrium Megamall, Manado.

Keempat sasaran strategis ini adalah pertama pengembangan usaha halal yaitu mendorong UMKM, dan sektor riil syariah di Sulawesi Utara agar memiliki daya saing yang lebih kompetitif di pasar nasional maupun global. Kedua adalah perluasan akses keuangan, dengan mempermudah jangkauan masyarakat terhadap berbagai layanan dan produk keuangan syariah. Ketiga adalah peningkatan literasi melalui edukasi mendalam guna memperkuat pemahaman masyarakat mengenai ekosistem Ekonomi dan Keuangan Syariah (Eksyar).
Dan keempat adalah kepedulian Lingkungan dengan mengintegrasikan konsep ekonomi hijau ke dalam setiap lini usaha sebagai bentuk komitmen terhadap keberlanjutan alam. Dimana integrasi antara ekonomi syariah dan prinsip ekonomi hijau akan menjadi kunci kesejahteraan masyarakat di masa depan. “Inisiatif ini, dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang yang melampaui sekadar pertumbuhan angka. Harapannya, ekonomi Sulawesi Utara bisa tumbuh lebih inklusif dan hijau serta membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat pada tahun 2026 dan seterusnya,” urainya.
Melalui sinergi ini, terang Joko, BI Sulut optimis penguatan ekosistem halal tidak hanya akan memperkokoh struktur ekonomi daerah, tetapi juga menciptakan model ekonomi yang lebih ramah lingkungan dan adil bagi seluruh lapisan masyarakat. (gracey)





