CIMB Niaga Perluas Konservasi Bambu di Lombok Tengah

Direktur Compliance, Corporate Affairs & Legal CIMB Niaga Fransiska Oei(kaos merah) melakukan penanaman pohon bambu..

MANADO, 29 JUNI 2026 — PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) terus memperkuat komitmennya terhadap kelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Langkah ini diwujudkan melalui perluasan area tanam konservasi bambu di Dusun Gelogor, Desa Pemepek, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (26/6/2026).

 

Bacaan Lainnya

Aksi lingkungan ini dihadiri langsung oleh Direktur Compliance, Corporate Affairs & Legal CIMB Niaga Fransiska Oei, didampingi Ketua Koperasi Syariah Wana Makmur Lestari Desa Pemepek Hardi, serta Direktur Komunikasi dan Kemitraan Yayasan Keanekaragaman Hayati (KEHATI) Rika Anggraini.

Baca juga  Jadikan Sulut Daerah Ramah Anak dan Perempuan Jangan Ragu Hubungi Layanan 129

 

Selain berfungsi untuk memitigasi bencana alam seperti erosi dan menjaga ketersediaan air tanah, program konservasi ini dirancang secara terintegrasi untuk mendukung pengembangan Desa Pemepek menjadi kawasan Eko-Eduwisata berbasis masyarakat. Melalui konsep tersebut, bambu yang ditanam diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi berkelanjutan bagi warga setempat.

 

Kegiatan penanaman di Lombok Tengah ini merupakan bagian dari Program Konservasi Bambu Berkelanjutan yang telah diinisiasi oleh CIMB Niaga bersama Yayasan KEHATI sejak tahun 2012 di berbagai wilayah di Indonesia. Hingga saat ini, program tersebut telah berhasil menanam sebanyak 115.400 pohon bambu yang tersebar di sejumlah provinsi, meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Baca juga  Sore Tadi Kas Keliling BI KPw Sulut Siagakan Rp1,5 Miliar untuk SERAMBI 2026

 

Melalui perluasan area tanam ini, CIMB Niaga bersama para mitra strategisnya berharap dapat terus mendorong terciptanya ekosistem hijau yang tidak hanya melindungi bumi dari dampak perubahan iklim, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian lokal melalui pengelolaan destinasi wisata edukasi berbasis alam. (gracey wakary)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *