MEDAN, 8 JULI 2026 – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa pemerintah terus berkomitmen meningkatkan produktivitas, memperkuat pelindungan, serta meningkatkan kompetensi tenaga kerja. Langkah strategis ini diambil guna menjawab tantangan dinamika ekonomi global, transformasi industri, dan perkembangan teknologi yang cepat.
Hal tersebut disampaikan Yassierli dalam acara Peningkatan Produktivitas dan Pelindungan Pekerja dalam Mendukung Transformasi Ketenagakerjaan Nasional di Medan, Sumatera Utara, Selasa (7/7/2026) kemarin malam. Menurut Yassierli, upaya ini merupakan bagian dari amanat konstitusi untuk menjamin hak setiap warga negara dalam memperoleh pekerjaan dan penghidupan yang layak.
“Tantangan terus berubah. Karena itu, kebijakan yang kita bangun juga harus mampu mengikuti perubahan tersebut. Kebijakan ketenagakerjaan kini tidak lagi sebatas menciptakan lapangan kerja, tetapi juga memastikan kompetensi pekerja sesuai kebutuhan industri,” ujarnya.
Yassierli menambahkan, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) saat ini fokus memperkuat sistem pelindungan pekerja secara menyeluruh—mulai dari sebelum memasuki dunia kerja, selama bekerja, hingga saat menghadapi risiko kehilangan pekerjaan. Kualitas layanan bagi pekerja dan pencari kerja juga terus ditingkatkan demi membangun ekosistem ketenagakerjaan yang adaptif.
Guna mewujudkan hal tersebut, Menaker menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dunia usaha, serikat pekerja, dan perguruan tinggi. Hubungan industrial yang harmonis dinilai menjadi fondasi utama dalam mendorong inovasi dan kesejahteraan pekerja.
“Kita harus bergerak bersama. Jika pekerja, pengusaha, dan pemerintah memiliki tujuan yang sama, produktivitas akan tumbuh dan kita akan lebih siap menghadapi tantangan apa pun,” pungkasnya. (gracey)





