MANADO, 7 OKTOBER 2026 — Industri pembiayaan buy now pay later (BNPL) di Indonesia, mencatatkan lonjakan signifikan dengan nilai transaksi menembus Rp31,56 triliun per Juli 2026.
Seiring dengan tren pesat tersebut, Kredivo meluaskan jangkauan program edukasi finansial “Generasi Djempolan” ke Kawasan Indonesia Timur, yang kini untuk pertama kalinya hadir di Kota Ambon, Maluku. Langkah perluasan edukasi di Ambon ini melengkapi jejak program serupa yang sebelumnya telah digelar di Kupang dan Makassar.
Berdasarkan data nasional, jumlah rekening BNPL per Juli 2026 mencapai 33,55 juta akun atau tumbuh 33,54 persen secara tahunan (year-on-year). Chief Marketing Officer Kredivo, Indina Andamari, mengungkapkan bahwa literasi keuangan merupakan fondasi utama bagi masyarakat sebelum memanfaatkan layanan keuangan digital.
“Indonesia Timur adalah kawasan dengan potensi ekonomi digital yang terus tumbuh dan populasi muda yang besar, sehingga penting bagi kami untuk hadir dan memastikan momentum pertumbuhan ini dibarengi kesiapan literasi yang memadai,” ujar Indina.
Suntikan edukasi ini sejalan dengan temuan Laporan Dampak Sosial dan Ekonomi Kredivo bersama Lembaga Demografi FEB UI, yang mencatat 65,7 persen pengguna Kredivo telah tergolong well-literate secara finansial. Rata-rata Debt-to-Income Ratio pengguna berada di kisaran aman, yakni 10–19 persen dari total pendapatan. Perluasan ke Ambon juga didorong oleh tren pertumbuhan pengguna aktif Kredivo di wilayah tersebut yang melonjak hingga 4,5 kali lipat sepanjang periode 2022 hingga 2025.
Pengguna di Ambon didominasi oleh kelompok usia produktif 26–35 tahun. Momentum pelaksanaan program Generasi Djempolan di Universitas Pattimura Ambon ini bertepatan dengan peringatan Bulan Inklusi Keuangan selama Oktober. Memasuki tahun keenam pelaksanaannya, program tersebut konsisten menanamkan tiga prinsip utama pengelolaan keuangan bagi generasi muda: set priority, value over price, dan best of both worlds (menjadi tech-savvy sekaligus financially savvy). (gracey)




