MANADO, 8 OKTOBER 2026 (ANTARA) – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan pada acara ‘World Coconut Day 2026’ mengatakan, perkebunan rakyat menjadi prioritas utama pemerintah saat ini.
“Selama ini dikembangkan kebun-kebun besar, tapi tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo kita mulai dengan perkebunan rakyat,” kata Menteri Zulhas di Manado, Kamis.
Perkebunan rakyat tersebut antara lain kelapa, kopi, cengkeh, yang juga menjadi unggulan di Manado, Sulawesi Utara. “Tapi nomor satu kelapa, nomor dua kopi, nomor tiga coklat, cengkeh dan lain-lain, itu perkebunan rakyat juga menjadi prioritas utama,” ujarnya. Menteri Zulhas menambahkan, percepatan peningkatan daya saing produk perkebunan termasuk kelapa, program hilirisasi menjadi perhatian pemerintah.
Di beberapa tempat, sudah mulai dibangun pabrik hilirisasi pengolahan kelapa akibat peningkatan permintaan Tiongkok yang luar biasa, juga negara lain, terutama untuk pengganti susu. Bahkan, karena lonjakan permintaan, beberapa pengusaha lokal meminta adanya larangan mengekspor kelapa bulat, karena stok hampir habis.
“Kelapa bulat dibawa ke Thailand, dibawa ke Vietnam, dibawa ke Tiongkok, laku keras. Kalau di Sumatera, sudah agak mahal harganya sampai Rp5.000, Rp6.000 bahkan Rp7.000 untuk kelapa bulat sehingga kita kekurangan,” sebut Menteri. Karena itu menurut Menteri, memang harus ada percepatan baik hilir dan hulu yang dimulai dengan pembibitan, itu yang utama.
“Kita sementara mengembangkan pembibitan kelapa. Pemerintah, Kementan, juga dari pengusaha swasta, lagi menyiapkan di Lampung sekitar 200 hektare, khusus untuk pengembangan pembibitan agar kita punya varietas-varietas yang unggul,” sebut Menteri.
Pemerintah, kata dia, akan mencoba mengembangkan dengan pertanian modern untuk komoditas kelapa. “Kelapa menjadi bagian dari arah kebijakan rencana pembangunan jangka menengah nasional tahun 2025-2029 dan RKP (Rencana Kerja Pemerintah) tahun 2027 melalui dua pilar yaitu ketahanan pangan dan hilirisasi nasional,” katanya menjelaskan.
Menteri Zulhas menambahkan, selain Kemenko Pangan, ada dua kementerian teknis, Kementerian Pertanian, Kementerian Investasi dan Hilirisasi, serta Danantara yang nantinya akan mengembangkan program hilirisasi.
Pewarta : Karel Alexander Polakitan
Editor : Zaenal Abidin






