Bertemu Ular Laut dan Coral Sehat di Malalayang

Foto: Nelson Uada

MANADO — Taman bawah laut Malalayang bukan hal baru untuk didengar, ya, karena kawasan yang masuk di kecamatan Malalayang yang ada di ujung Kota Manado ini , telah menjadi daerah wisata bawah air yang paling sering dikunjungi selain Bunaken.

Bacaan Lainnya

Disini ada beberapa spot cantik yang akan membuat mata Anda enggan terpejam karena menikmati pesona warna warni coral dan biota cantik yang menghuni coral tersebut. Pagi hingga malam tadi, beberapa anggota Boboca club Manado kembali menggelar kegiatan rutin seperti melakukan survey untuk penanaman dan rencana peletakkan beberapa maket translantasi coral di area yang masih kosong, serta kembali melakukan photo shoot untuk para anggotanya barunya.

Menurut Fotografer underwater sekaligus pendiri dari komunitas ini, Nelson Uada kegiatan survey dilakukan mulai dari menata kembali beberapa koral yang tidak pada tempatnya, menanam coral baru diarea yang telah masuk dalam kawasan konservasi, hingga mengukur luas dan titik yang akan dijadikan patokan untuk kawasan penurunan maket transplantasi coral yang baru.

Baca juga  Perusahaan Pariwisata PT BMW Menangkan Gugatan

“Untuk photo shoot dilakukan saat penyelaman mulai dilakukan. Penyelaman ini sendiri diikuti sekitar delapan penyelam yang telah memiliki sertifikat advance dan 3 guide yang menjadi coordinator kegiatan ringan ini,” jelas instruktur POSSI nasional ini pada Manadones.

Penyelaman sendiri dilakukan hingga dikedalaman sekitar 23 meter di Big Spot Boboca alias taman bawah laut yang bukan buatan dengan memiliki obyek ikan dan coral warna warni dan berukuran besar. Di area ini tidak jarang mereka kadang menemukan dengan ikan ikan besar yang menarik untuk diabadikan.

Ular laut memang sering ditemukan di kawasan pantai Malalayang, ular dengan panjang mulai sekitar 50 cm hingga satu meter ini disarankan untuk tidak didekati terlebih saat ular terlihat menuju ke arah permukaan. “Biasanya saat itu ular dalam posisi menghirup udara, seperti penyu.

Baca juga  Lanal Tahuna Gelar Upacara HUT ke –77 RI di Bawah Air Teluk Tahuna

Namun jika kita terlihat berusaha menghalangi jalan ke permukaan maka dia pasti menyerang dan ini akan berakibat fatal pada manusia,” ungkap salah satu anggota Boboca, Juddy Mandak, sembari menyebut ular laut yang terlihat di kawasan adalah ular dengan warna putih hitam.

“Ular laut biasa menghindar saat melihat manusia, kecuali kita menghalangi jalan nya untuk mencari udara,” tambahnya lagi. Dan, saat beberapa penyelam pun tidak sengaja bertemu dengan si pemalu yang mematikan ini, dan sempat terekam kamera.

Penyelam selama satu jam lima menit inipun disebut jalan jalan yang menyenangkan, nah jika Anda ingin menghabiskan waktu untuk melihat pesona sekaligus ikut dalam kegiatan lingkungan, maka siapkan waktu untuk dan jangan lupa tentu saja untuk menyelam dan bergabung bersama tim Boboca, wajib memiliki sertifikat selam. (graceywakary)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *