MANADO — Corona Virus Disease 19 atau Covid-19 (C-19), bukanlah virus yang mudah diobati, jika tubuh dalam keadaan sakit dan kemudian terinfeksi, maka nyawa bisa jadi taruhan nya.
Saat ini, warga diminta oleh pemerintah untuk bisa menaati imbauan, dan mampu menjaga kesehatan dan meningkatkan imun tubuh agar C-19 tidak mampu berkembang biak di dalam tubuh. Untuk meningkatkan imun, bisa dilakukan dengan olahraga dan konsumsi makanan yang kaya vitamin serta antioksidan.
Menariknya, ternyata salah satu pohon endemik di Sulut yaitu Pakoba mampu meningkatkan imun dengan cepat dan menghindari infeksi C-19. Ini berdasarkan hasil penelitian yang panjang selam 10 tahun oleh para peneliti yang ada di Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Kementerian Kehutanan di Manado. Dimana, hasil penelitian menemukan Pakoba mulai dari kayu, buah, daun dan akarnya sangat kaya dengan senyawa flavonoid, saponin, tanin dan steroid yang dibutuhkan tubuh. “Jadi Pakoba ini, sangat kaya dengan antioksidan dan vitamin C yang tinggi hingga amat manjur untuk meningkatkan imun tubuh. Selain itu, buahnya juga kaya dengan asam palmitat, asam oleat dan asam lenoleat,” kata Kapala BP2LHK di Manado, Mochlis pada Manadones.
Hanif Nurul Hidayah, yang juga adalah peneliti BP2LHK di Manado ini juga menjelaskan bahwa hasil olahan pohon khas yang hanya ditemui di Bitung, Minut, Tomohon dan Minahasa ini amat baik untuk dikonsumsi tubuh saat pendemi C-19. “Produk olahan dari Pakoba ini bisa digunakan untuk meningkatkan imun tubuh, dan juga ampuh menurunkan kadar gula darah, diabetes dan kanker,” ungkap Nurul. Lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB) ini juga mengatakan bahwa hingga kini temuan mereka sudah dijadikan produk olahan seperti juice Pakoba dan teh celup Pakoba.
Besok, BP2LHK bekerja sama Manengkel Solidaritas dan PT Tirta Investama, akan mendistribusikan hasil hasil penelitian mereka ke masyarakat. Selain, Pohon Pakoba yang bisa membantu meningkatkan imun, akan juga ada pemanfaatan air dari pohon Aren alias Seho sebagai bahan pembuatan hand sanitizer. “Semua nya memang dari alam Sulawesi Utara. Harapan kami masyarakat bisa terbantukan untuk menghentikan penyebaran C-19 ini. Besok pagi di Desa Tumaluntung Minut, hasil temuan penelitian dari pohon pohon khas Sulut akan dibagikan ke warga,” tegas Viando Manarisip dari Manengkel Solidaritas. (graceywakary)





