MANADO — Mari terus disiplin dengan protokol kesehatan corona virus disease 19 atau Covid-19, dan jangan memandang remeh wabah ini.
Karena, wabah yang melanda seluruh negara di dunia ini, bisa berakibat fatal bagi tubuh alias mengalami kematian. Saat ini, jumlah pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia di Sulut telah mencapai angka 39 orang , sementara jumlah pasien yang positif terus bertambah. Hari ini, ada penambahan 15 warga yang terkonfirmasi positif, hingga menjadikan Sulut sebagai salah satu daerah di Indonesia yang mengalami peningkatan pasien positif terbanyak dari daerah lainnya di Indonesia, total terkini mencapai 354 warga yang terinfeksi dari virus yang belum ada vaksin penyembuhnya ini.
Dalam video conference (vicon), antara Gugus Tugas Covid-19 Sulut dan media terungkap fakta yang mencengankan, dimana hingga hari ini Sulut masih menunggu hasil sampel swab dari 1800 warga. “Dalam waktu dekat ini, kami akan segera mengirimkan sebagian swab tersebut ke laboratorium yang ada di Makassar, agar bisa secepatnya mendapatkan hasil,” kata Juru bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19 Sulut, dr Steaven Dandel di video conference (vicon), tadi bersama media lokal.
Dia juga menjelaskan bahwa, tidak adanya penambahan pasien positif pada Senin kemarin, bukanlah karena tidak ada yang positif melainkan karena tidak beroperasi nya laboratorium pemeriksaan swab yang ada. Untuk itu, Dandel mengajak agar warga tidak melonggarkan protokol kesehatan untuk memutus rantai dari penyebaran Covid-19 di Sulut. “Mari sama sama kita saling mengingatkan untuk tetap bekerja dan belajar di rumah, menggunakan masker saat berada di luar rumah, rajin mencuci tangan dan menghindari kerumunan. Pendemi ini belum berakhir,” tegasnya.
Swab sendiri adalah analisa medis yang bisa melihat infeksi Covid-19 telah terjadi di tubuh warga atau tidak. Biasanya Swab diadakan pada warga, jika telah miliki dua kali hasil Rapid test nya.(graceywakary)





