Manado Bakal jadi Homebase Pesawat Tempur TNI AU

Foto: Pentak Lanudsri

MANADO — Pangkalan udara TNI AU Sam Ratulangi (Lanudsri), yang ada di Manado, adalah bagian penting dalam pengembangan pertahanan udara di NKRI, karena area paling ujung di Pulau Sulawesi ini juga menjadi area perbatasan dengan negara lain.

Bacaan Lainnya

Untuk itulah, proses pengerjaan shelter pesawat tempur yang ada di kawasan Bandara Sam Ratulangi, Manado diminta untuk segera dipacu. Ini juga yang menjadi area kunjungan utama dari Wakil Kepala Staf TNI AU (Wakasau), Marsdya TNI Fahru Zaini Isnanto, saat berkunjungan di Lanudsri, Kamis (26/11) siang tadi.

Didampingi Komandan Lanudsri Kolonel (Pnb) Abram Tumanduk, perwira tinggi (pati) ini meninjau langsung pengembangan pembangunan fasilitas shelter pesawat tempur, apron dan sarana pendukung lainnya. “Pembangunan ini adalah untuk penggelaran Alutsista TNI AU yang harus segera diselesaikan. Kami, telah memiliki empat shelter, sehingga nantinya kami dapat menggelar pesawat-pesawat tempur disini. Wajib diingat, Lanud Sam Ratulangi adalah pangkalan udara yang sangat penting strategis posisinya. Berada di paling utara wilayah NKRI. Dimana Lanud Sam Ratulangi akan melaksanakan pengamanan wilayah udara di wilayah Sulawesi Utara ini”, ujarnya, didampingi Kadisadaau Marsma TNI Hento Budi Sarjon dan Kadisaeroau Marsma TNI Wisnu Dewantoko.

Baca juga  Bupati Tamuntuan Optimistis Sangihe Mampu Tingkatkan Nilai Ekspor Perikanan Sulut

Sementara itu, Danlanudsri sendiri dalam laporannya menyebutkan, pembangunan shelter saat ini sudah di tahap tiga. “Shelter dan apron sudah dapat digunakan oleh pesawat Sukhoi. Sudah terselesaikan 98 persen dari keseluruhan pekerjaan. Progres lebih cepat dari perencanaan”, lapor Danlanud Sam Ratulangi kepada Wakasau, seperti yang dikutip MANADONES dalam rilis media dari Kepala Pentak Lanudsri Mayor (Sus) Michiko Moningkey. Pria berdarah Minahasa ini, juga memaparkan pelaksana pengembangan fasilitas ini adalah berdasarkan kontrak pekerjaan konstruksi antara TNI AU dengan PT Binangkit Eka Sarana Tria yang pelaksanaannya selama dua ratus enam hari kalender kerja.

Dalam kunjungan ini, Wakasau juga disambut oleh Forkopimda Sulut, terlihat Sekdaprov Sulut Edwin Silangen, Pangdam XIII Merdeka Mayjen TNI Santos Matondang, Danlantamal VIII Brigjen TNI (Mar) Donar Philip Rompas, Kapolda Sulut Irjen Pol RZ Panca Putra, Kabinda Sulut Kolonel Laut (P) Adriansyah serta Kajati Sulut Andi Muhammad Iqbal Arief.

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *