OJK Pantau Dampak Gempa Sulut dan Malut Terhadap Sektor Asuransi

Arsip foto - Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ogi Prastomiyono (tengah) menghadiri Grand Launching Grha AAJI (Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia) di Jakarta, Jumat (23/1/2026). (ANTARA/Muhammad Baqir Idrus Alatas.)

 

 

Bacaan Lainnya

 

 

 

 

 

JAKARTA, 10 APRIL 2026 (ANTARA) – Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun (PPDP) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ogi Prastomiyono menyatakan, pihaknya masih memantau dampak gempa Magnitudo 7,6 di Sulawesi Utara dan Maluku Utara terhadap industri asuransi dan dana pensiun.

 

Gempa yang terjadi 2 April 2026 pukul 05.48 WIB pada jarak 129 kilometer arah tenggara Bitung, Sulawesi Utara, di kedalaman 33 kilometer tersebut menyebabkan satu korban meninggal, satu korban luka ringan, serta kerusakan sejumlah bangunan.

Baca juga  TNGR: Kebakaran Hutan di Kawasan Gunung Rinjani Telah Padamkan

 

“Saat ini, pengumpulan data terkait kerusakan dan potensi klaim masih berlangsung, mengingat seluruh pihak masih dalam tahap penanganan dan pemulihan pascabencana,” kata Ogi Prastomiyono dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat. Oleh karena itu, pihaknya masih memerlukan waktu untuk menghitung estimasi potensi klaim secara keseluruhan dan lebih akurat.

 

Ia menuturkan peristiwa tersebut menunjukkan pentingnya penguatan perlindungan terhadap risiko bencana, termasuk melalui peran asuransi dalam meningkatkan ketahanan keuangan masyarakat. “OJK terus berkoordinasi dengan industri dan pemangku kepentingan terkait untuk memastikan kesiapan sektor jasa keuangan dalam merespons dampak bencana serta mendukung proses pemulihan,” ujar Ogi.

 

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan gempa tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia di Kota Manado, Sulawesi Utara, satu orang luka ringan, serta 16 keluarga terdampak di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.

Baca juga  Tom Lembong Jalani Sidang Perdana Kasus Korupsi Importasi Gula

 

Selain korban jiwa, gempa tektonik ini juga menyebabkan lima unit kantor pemerintah, satu hotel dan satu fasilitas umum berupa sayap kiri Gedung KONI Sario Manado mengalami kerusakan di Kota Manado, Sulawesi Utara.

 

Di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, dua rumah sakit dilaporkan rusak berat, lebih dari 10 rumah terdampak, satu kantor pemerintah rusak, serta satu fasilitas umum turut terdampak, termasuk plafon Gereja Paroki Bunda Hati Kudus Yesus Rumengkor-Minahasa ambruk.Sementara di Kota Ternate, Maluku Utara, satu gedung gereja dan dua unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa tersebut.

 

Oleh Uyu Septiyati Liman

Editor : Agus Salim

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *