AMURANG, 16 JANUARI 2021 — Kelangkaan pupuk urea, di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) sejak akhir tahun 2020, hingga kini masih terjadi, dan ini menjadi ancaman para petani di kawasan Tompasobaru.
Pasalnya, puluhan hektar sawah petani terancam gagal panen. “Pupuk urea sudah tidak ada di toko-toko penyalur yang ada di Kecamatan Tompasobaru. Akibatnya, padi yang kami tanam di awal tahun ini terancam gagal panen,” kata Selvinus Wowor salah satu petani yang tinggal di Desa Raraatean pada MANADONES.
Dia pun meminta perhatian pemerintah dan dinas terkait, untuk segera mencarikan solusi bagi petani, terkait kelangkaan pupuk urea di kecamatan Tompasobaru. “Ditengah situasi yang terbatas dan serba sulit ini, kami berharap perhatian Pemerintah Kabupaten Minsel dan wakil rakyat kami yang terhormat, untuk memperjuangkan ketersediaan pupuk urea di Kecamatan Tompasobaru,” pintanya.
Dari pantauan, hingga hari ini pupuk urea belum tersedia di toko-toko pengecer yang ada di Kecamatan Tompasobaru maupun di Kecamatan Maesaan. Di Kecamatan Tompasobaru sendiri terdapat tiga toko yang menjadi penyalur pupuk urea, sedangkan di Kecamatan Maesaan terdapat empat toko penyalur. (denwo)





