Pandemi Tak Urungkan Komitmen BI untuk Kembangkan Kerajinan Daerah Sulut

MANADO, 13 AGUSTUS 2021 – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara (Sulut) siang tadi, menggelar penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS), dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda).

Pada kegiatan yang menggunakan protocol kesehatan Covid –19 ini, Kepala KPw BI Sulut, Arbonas Hutabarat menyebut BI KPw Sulut akan bersinergi dengan Dekranasda Sulut  untuk pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM/IKM) pada sektor kerajinan khususnya kerajinan kain, fesyen, home décor, dan kerajinan lain yang bersifat industri atau produk kreatif yang menjadi potensi daerah Sulut. “Komitmen ini, merupakan salah satu bentuk dukungan KPw BI  Sulut dan Dekranasda Sulut terhadap Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI), yang dilaksanakan oleh Pemerintah secara nasional sejak tahun 2020, serta dukungan kepada UMKM/IKM sektor kerajinan yang sangat terdampak dalam kondisi pandemi covid-19 saat ini,” kata Arbonas dalam sambutannya.

Bacaan Lainnya
Baca juga  WWM 2025 Catat Transaksi Digital Keuangan dengan QRIS Capai Angka 72.624

Dia juga menyebut, sinergi yang akan dibangun dalam kerjasama ini antara lain pendampingan dalam penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas, perluasan pasar, dan/atau fasilitasi peningkatan akses pembiayaan bagi UMKM/IKM kerajinan. Selain itu, ada juga fasilitasi perluasan penggunaan instrumen dan infrastruktur digital payment terutama Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), dalam mendukung penguatan ekonomi dan keuangan digital bagi UMKM/IKM kerajinan.

“Serta, KPw BI Sulut juga melakukan pembinaan terhadap perajin-perajin potensial Sulut, yang selama ini sudah dibina dan dikembangkan dengan baik oleh Dekranasda untuk dapat lebih berkembang dan menjadi produk unggulan di Indonesia bahkan pada tingkat dunia,” sebutnya lagi, sambil menambahkan kerajinan yang menjadi khas dari Sulut sudah cukup dikenal hingga keluar daerah dan luar negeri seperti kain seperti Kain Bentenan, Cofo, Pinawetengan, begitu juga dengan perhiasan dari sisik ikan dan kerajinan berbahan sabut atau batok kelapa. “Malah, bahan-bahan lokal dan endemik Sulut seperti serat Abaca juga sangat potensial untuk dibuat menjadi kerajinan yang diminati di mancanegara,” tambahnya.

Baca juga  Ahli LKPP Kunjungi Polres Sangihe demi Internet Desa

Sementara itu,  Ketua Dekranasda Sulut Rita Maya Dondokambey Tamuntuan usai melakukan penandatanganan PKS ini amat membantu mereka, untuk mendorong para pengrajin tetap percaya diri menghasilkan yang karya terbaik di masa pandemi ini. “Potensi kerajinan daerah kita sebelum pandemi amat luar biasa, namun pandemi membuat semuanya seperti berjalan perlahan. Dengan hadirnya PKS ini, kami makin yakin para pengrajin kita akan makin bisa kembali menyiapkan hasil terbaik mereka,” jelas Rita yang dikenal juga sebagai Ketua TP PKK Sulut.

Pada PKS ini, terlihat dihadiri juga oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sulut Praseno Hadi, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut Edwin Kindangen, dan Ketua Persatuan Istri Pegawai Bank Indonesia, Yena Arbonas Hutabarat. (graceywakary)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *