MANADO, 10 MARET 2022 – Dalam rangka ikut merayakan Hari Perempuan Internasional (HPI), atau International Womens Day, Yayasan Srikandi Sulawesi Utara (Sulut), melakukan pembagian sembako pada para perempuan penyapu jalan, lansia, pencuci baju harian, hingga perempuan terdampak bencana yang ada di Manado, Minahasa utara dan Minahasa.
Kegiatan yang didukung penuh oleh Forum Perempuan Jurnalis (FPJ) Sulut, Perempuan Pewarta Indonesia (PPI) Sulut, Ikatan Wartawan Online (IWO) Sulut dan Health Collaborative Center (HCC), serta Yayasan Pelita Kasih Abadi, membagikan paket sembako yang berisikan beras 5 kg, minyak kelapa, gula, teh dan susu bubuk.
Sekjen Yayasan Srikandi Dr Eleonora Moniung SH MH pada media menerangka bahwa, aksi kemanusiaan ini memang sangat terbatas, namun diharap akan membantu para perempuan hebat yang bekerja demi keindahan kota Manado.
“Suami saya sakit, dan tak bisa bekerja, saya harus bekerja mencuci baju (bobaso) di rumah orang, tapi kondisi sekarang terasa sangat sulit. Bantuan sembako ini sudah membantu keluarga kami untuk bertahan hidup. Bantuan ini sangat berharga bagi kami,” ungkap Metsia salah satu perempun penerima bantuan yang tidak henti berterima kasih.
Sementara itu, Ketua Yayasan Srikandi Sulut Jeane Rondonuwu mengakui, dua tahun berada dalam kondisi masa pandemi Covid –19 tetapi tentu tidak akan melunturkan rasa kemanusiaan untuk membantu sesama. “Aksi peduli kasih ini, mengikat kita sesama perempuan, satu dengan yang lain, bukan karena rasa kasihan tetapi sebagai manusia yang telah belajar bagaimana mengubah kondisi sulit menjadi harapan dan semangat untuk masa depan,’’ kata Jeane yang juga adalah Ketua IWO Sulut, yang kerap memenangkan lomba tulis kemanusiaan yang digelar secara nasional.

Dia juga menambahan, tema #breakthebias juga mendorong perempuan untuk saling menolong dan mencerdaskan. “Sesama perempuan harus saling menguatkan dan saling mendukung,” tambahnya didampingi jurnalis perempuan sekaligus pemilik usaha media, Deibby Malongkade.
Selain membagikan sembako, Yayasan Srikandi juga menggelar Diskusi Kelompok Terpumpun bertajuk ‘Komplikasi Persoalan Perempuan di Sulut’ di Hotel Minahasa, dengan narasumber Dr Eleonora Moniung SH MH (Sekjen Yayasan Srikandi), Marsel Silom SE (Kepala UPTD Dinas P3AD Sulut), Dr Een Walewangko SE MSE (Akademisi), Jeane Rondonuwu (Ketua Wartawan Online Sulut), Moderator: Sri Surya ( Forum Perempuan Jurnalis Sulut. (graceywakary)





