MANADO, 22 MARET 2022 — Dengan, menggadeng para perempuan pecinta lingkungan yang ada di Nyiur Melambai melalui pembuatan Eco Enzyme (EE), maka Mitra Muda Sulawesi Utara (Sulut) berharap bisa mengecah kerusakan lingkungan yang lebih serius yang menyebabkan perubahan iklim alias Climate Change.
Kegiatan yang digelar sejak pekan lalu ini, disebutkan oleh koordinator Mitra Muda Sulut Eliana Gloria Halid sebagai salah satu langkah untuk keterlibatan perempuan dalam aksi pencegahan kerusakan alam yang makin parah.
“Yang mau terlibat dalam pembelajaran pembuatan EE ini memang baru berjumlah 15 orang perempuan, tetapi saya yakin kedepannya giat ini akan menarik lebih banyak lagi. Karena bahan yang digunakan adalah bahan yang dari dapur, yaitu buah atau sayuran yang tidak terpakai,” kata Halid pada MANADONES.
Mitra Muda sendiri, dikatakannya bermitra dengan United Nations International Children’s Emergency Fund (Unicef), yang memiliki program lingkungan dengan sasaran keterlibatan para perempuan.
Tidak hanya itu, pembuatan EE ini, difasilitasi oleh Yayasan Plan Indonesia melalui program Girls Leadership Program (GLP), berkolaborasi bersama Komunitas lingkungan terbesar di Manado, Skola Kuala Manado.
Dan, melalui aksi lingkungan ini, mahasiswi jurusan Psikologi Universitas Manado(Unima), berharap perempuan turut berperan dalam mencegah perubahan iklim global. “Jadi, kegiatan tersebut sebagai langkah awal dalam program keberlanjutan terkait pemberdayaan perempuan dan juga aksi nyata kami dalam mencegah global warming sebagai isu utama perubahan iklim dunia,” harapnya.
Selain pembuatan eco enzym. Para peserta juga mendapat pembekalan materi tentang perubahan iklim. Acara pembukaan diseminasi eco enzym dihadiri Kepala Bapelitbangda Kota Manado, Dr Ir Liny Tambajong, dan koordinator Sekolah Kuala, Denny Taroreh. (graceywakary)





