Hari Ini Polda Jateng ungkap 112 Kasus Judi dengan 256 Tersangka

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad saat memperlihatkan sejumlah barang bukti di pengungkapan kasus judi online di jajaran mabes Polda Jateng, siang tadi. (humas polri)

SEMARANG, 22 AGUSTUS 2022 – Wujud keseriusan Polri, menjaga keamanan dan ketertiban daerah, serta ikut menegakan perintah Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo, maka hari ini Polda Jawa Tengah (Jateng), kembali mengungkap  112 kasus judi, dengan 256 tersangka.

 

Bacaan Lainnya

Dalam keterangannya didepan pers nasional, Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi menyebut pengungkapan kasus ini adalah hasil penindakan Polda Jateng dan jajaranya yang ada di 35 Polres.

 

Kapolda Ahmad, menyebut selama kurun waktu Januari hingga Juli 2022 lalu, jajaran Polda Jateng telah berhasil mengungkap 224 kasus judi dan mengamankan 381 tersangka. “Hari ini, yang digelar adalah hasil ungkap kasus oleh Polda Jateng dan jajaran,”katanya, seperti dikutip MANADONES salam siaran pers dari Divisi Humas Mabes Polri melalui Humas Polda Sulut siang tadi.

Baca juga  Jokowi Cabut Ijin dari 2.078 Perusahaan Minerba karena tak pernah Sampaikan Rencana Kerja

 

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad didampingi para Kapolres se Polda Jateng, saat memberikan keterangan pada pers siang tadi, usai membekuk para tesangka judi online. (foto: mabes polri)

Dia juga mengungkapkan, dari ratusan tersangka yang berhasil ditangkap terdapat 24 yang berperan sebagai Bandar judi, total uang hasil perjudian yang turut diamankan mencapai sekitar Rp72 Juta. Secara rinci, Perwira tinggi (Pati) ini, menjelaskan bentuk perjudian yang diungkap yakni judi online sebanyak 18 kasus, 43 kasus togel 43, dan 51 gelanggang permainan 51, serta 2 kasus judi online yang diungkap dari Purbalingga dan Pemalang merupakan jaringan judi internasional.

 

“Dari kasus Purbalingga dan Pemalang, keduanya mempunyai server di Thailand dan Kamboja. Di Pemalang, bahkan menggunakan jasa endorse selebgram sebagai sarana promosinya,” terang dia

 

Berdasarkan analisis yang dilakukan Polda Jateng, maraknya kasus perjudian akhir-akhir ini dikarenakan adanya oknum masyarakat yang mencari solusi instan dari kesulitan ekonomi yang dialaminya selama masa pandemi. “Kita tidak bangga menindak masyarakat, tapi lebih kepada memberikan pembinaan bahwa judi adalah perbuatan yang melanggar hukum serta dilarang dalam agama. Segala bentuk perjudian pasti akan kami tindak,” tuturnya.

Baca juga  Jokowi Apresiasi Jamnas XI 2022

 

Guna memberantas seluruh aktivitas perjudian di masyarakat, Polda Jateng telah melakukan beberapa upaya diantaranya menggunakan cara preventif dan preemtif yang melibatkan pihak internal dan eksternal, dengan melibatkan internal oleh seluruh satker dan jajaran serta dari pihak eksternal baik tokoh masyarakat dan agama.

 

Atas perbuatan mereka, maka para tersangka ditambahkan Kapolda Ahmad diancam dengan jeratan pasal 303 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara atau denda maksimal Rp. 25 juta. Sedangkan bagi Bandar Judi Online akan dikenakan tambahan berupa pasal 27 ayat (2) UU ITE dengan ancaman maksimal 6 tahun penjara serta denda maksimal Rp25 milyar. (graceywakary)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *