Perkuat UMKM Nasional Shipper Temui Menteri Koordinator Perekonomian untuk Penjajakan Kerjasama

Pertemuan Shipper dengan Menteri Kordinator Perekonomian belum lama ini di Jakarta, bersama enam brand lokal UMKM. (humas shipper)

MANADO, 22 AGUSTUS 2022 – Sebagai, bukti komitmen untuk ikut mendorong kemajuan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), maka Shipper padan pekan lalu melakukan kunjungan ke Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian.

 

Bacaan Lainnya

Dalam kunjungan yang bertujuan untuk penjajakan kerjasama ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang secara langsung hadir menyambut baik gelaran rencana kerja sama ini. Dimana, Menteri Airlangga dijelaskan bahwa, digitalisasi merupakan aspek penting dalam upaya akselerasi pemberdayaan UMKM di era ini, dengan mengandalkan berbagai program seperti Bangga Buatan Indonesia, ini wujud dari pemerintah secara konsisten memberdayakan UMKM agar mampu bersaing secara digital.

 

“Kami mengapresiasi Shipper, sebagai salah satu perusahaan teknologi logistik dan pergudangan yang telah membantu mendukung pemerintah melalui program inkubasi UMKM. Kedepannya kami berharap industri logistik dan pergudangan menjadi  salah satu sektor pendukung utama UMKM dalam upaya pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi,” tutur Menko Perekonomian.

 

Dia juga mengungkap bahwa, transformasi digital terbukti telah berperan banyak dalam menyelamatkan bisnis UMKM ketika pandemi Covid –19 melanda Indonesia selama kurang lebih dua tahun. “Kini, Pemerintah Indonesia memiliki target untuk membawa 30 juta UMKM onboarding ke ekosistem digital pada 2030. Hingga Juni 2022, baru 19,5 juta pelaku UMKM yang tercatat masuk ke ekosistem digital,” ungkapnya.

Baca juga  13 Bandara yang Dikelolah InJourney Airports Siap Dukung Kelancaran 209.741 Calon Jemaah Haji Indonesia

 

Untuk itu, sebut Menko Airlangga, dibutuhkan percepatan transformasi UMKM ke ekosistem digital termasuk digitalisasi akses layanan yang ditujukan untuk UMKM termasuk logistik dan pergudangan.

 

Budi Handoko, Co-Founder & Chief Operation Officer Shipper tak kurang antusias dengan pertemuan ini, dengan menerangkan Shipper menjalankan berbagai program dan inovasi yang selaras dengan agenda prioritas Kemenko Perekonomian. “Efisiensi, melalui teknologi logistik dan pergudangan Shipper diharapkan dapat mendukung pertumbuhan bisnis UMKM di daerah untuk menopang perekonomian bangsa,” terang Budi seperti yang dikutip MANADONES dalam siaran pers Shipper siang tadi.

 

Selain itu, dalam upaya mengefisiensikan biaya logistik antar kepulauan yang tinggi serta mengurangi ketidakseimbangan distribusi, Shipper sebutnya telah melakukan transformasi digital melalui teknologi aggregator logistiknya  yang dapat menghubungkan penjual dan pembeli di seluruh Indonesia dengan penyedia 3PL. Dengan teknologi ini, UKM dapat menikmati tarif pengiriman terbaik dengan jangkauan lebih luas.

 

Berdasarkan catatan Shipper, UMKM yang menggunakan teknologi Shipper dapat menghemat hingga 20% biaya pengiriman. Shipper juga melakukan terobosan dengan mendekatkan lokasi barang UMKM ke lokasi pasarnya melalui pengelolaan lebih dari 300 gudang pintar (Smart Warehouse) yang tersebar di 35 kota di seluruh Indonesia dengan total 500.000 m2.

 

Layanan pergudangan Shipper mengintegrasikan pengelolaan gudang, inventori stok, pengelolaan toko online, penjualan, pengiriman, hingga laporan tracking barang secara realtime hanya dengan satu aplikasi. UMKM kini cukup menempatkan barang dagangannya pada gudang Shipper di kota yang menjadi target pasarnya. Hingga saat ini, Shipper telah membantu lebih dari 35.000 penjual online dan ratusan perusahaan berskala besar di berbagai industri.

Baca juga  Rupiah Senin Pagi Naik 35 Poin menjadi Rp16.165 per Dolar AS

 

Dalam pertemuan dengan Menko Airlangga, Shipper turut memperkenalkan produk unggulan dari  enam brand lokal yaitu Avoskin, BLP, Family Herbal, Jilbrave, Kokumi, dan RubyKidz. Salah satu pelaku UMKM yang hadir, Lutfia Nurul Aini selaku Founder Ruby Kidz, menyampaikan, eksistensi UMKM di daerah sering dipandang sebelah mata. Diapun berharap, kolaborasi antara Kemenko Perekonomian, dan Shipper dapat mensinergikan penyusunan program yang terus mendukung UMKM untuk naik kelas.

 

“Sehingga, dapat menstimulasi persepsi positif masyarakat terhadap local brand, dan di bidang pergudangan dan pengiriman barang sehingga UMKM dapat ekspansi produk ke berbagai daerah dan menekan cost efficiency,” ungkap Luftia. Senada juga dikatakan oleh Jonathan Kho selaku Brand Mentor dari Shipper sekaligus founder OmbotakShop, UMKM sebagai salah satu tulang punggung perekonomian nasional, berharap pemberdayaan UMKM menjadi agenda prioritas yang konsisten dijalankan. Selain sektor e-commerce, sektor logistik dan pergudangan telah menjadi pemain utama dalam upaya pemulihan ekonomi nasional. (graceywakary)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *