IKM dan IB yang terus Berkembang Bantu PE Sulut

Salah satu binaan Wira Usaha BI, Lientje Mamahit saat memberikan masukan di kegiatan sore tadi.

MANADO, 14 OKTOBER 2022 – Usianya yang sudah masuk ke kepala tujuh, tidak membuat Oma Lien berhenti untuk terus bereksplorasi mengembangkan minuman kesehatan berbahan herbal, yang berdasarkan dari kearifan lokal Minahasa.

 

Bacaan Lainnya

Wanita yang bernama lengkap Lientje Mamahit, mengungkap usahanya yang dimulai sejak 10 tahun lalu, telah mampu menopang ekonomi keluarga dan membuka lapangan kerja baru. Diapun mengajak generasi muda Sulawesi utara (Sulut), untuk berkarya sesuai bidangnya.

 

“Jangan malu mencoba, kita memiliki sumber daya yang luar biasa. Tumbuh tumbuhan yang amat baik, bisa kita temukan dan kita jadikan bahan kesehatan, walau telah berusia lanjut namun saya tidak malu mencoba. Usaha saya dibantu BI, yang mendorong saya melalui pelatihan pelatihan, begitu juga dengan Dinas Perindustrian dan perdagangan Sulut,” kata Oma Lien dalam sesi tanya jawab di Seminar Akselerasi Pengembangan Komoditas Ekspor Sulawesi utara, yang digelar Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Sulut, siang tadi di Atrium Mega Mall. Usaha warga Malalayang inipun sebelum Covid –19 sempat dipasarkan ke Jepang dan AS oleh dinas dan kementerian.

Baca juga  Tiga Pilar untuk Dorong Cita-cita Indonesia di 2029 Diungkap Direktur BI Sulut

 

Sebelumnya, Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut,Darwin Muksin mengungkapkan data kondisi industri Sulut per semester pertama tahun 2022 yang berjumlah 4.211 industri kecil menengah (IKM) pangan, dengan jumlah 9.494 tenaga kerja. IKM kimia dan bahan bangunan yang berjumlah 693 industri, dan menyerap 4.401 tenaga kerja, 435 IKM logam dan elektronika dengan serapan tenaga kerja sebanyak 1.411 orang dan IKM kerajinan sebanyak 1.922 dan 4.067 tenaga kerja.

 

“Dengan 169 Industri besar di semester I ini. Pertanian dan perikanan masih terbuka untuk lapangan kerja baru, jadi jika kita harus mendorong generasi muda untuk ikut berperan,” tambah Darwin, di seminar yang menghadirkan ekonom brilian Sulut, Peggy Mekel.

Baca juga  Emas di Pegadaian Hari Ini Lanjutkan Tren Penurunan Harga

 

Hadir pula, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Bea Cukai (DJBC) Sulawesi bagian utara, Azhar Rasyidi yang membawakan materi tentang, Peran DJBC dalam Program Akselerasi Ekspor di Sulut. Serta, Dari Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan (BKIPM) Manado, Mariana yang hadir dengan materi Persyaratan, Perijinan, dan Tata Cara Ekspor Impor Ikan dan Produk Perikanan.  (graceywakary)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *