Tim ZHTN Sulutteng ingatkan Pemuda KGPM agar Waspada dengan Perdagangan Orang

Tim Zero Human Trafficking Network Suluteng saat hadir dan menjadi pemateri di Perkemahan Raya Pemuda KGPM di Motoling, kemarin.

MANADO, 22 JUNI 2023 – Pemuda pemudi Sulawesi utara (Sulut), wajib saling mengingatkan dan mewaspadai agar tidak terjebak dalam aksi perdagangan orang yang memiliki beragam modus.

 

Bacaan Lainnya

Ini, dikatakan oleh Koordinator Tim Zero Human Trafficking Network (ZHTN) Sulutteng, Pendeta (Pdt) DR Marhaeni Mawuntu MTh saat hadir dan memberikan materi Pencegahan Perdagangan Orang (PPO), dalam Perkemahan Raya Pemuda Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) di Motoling, Minahasa Selatan (Minsel), kemarin, perdagangan orang makin marak di Sulawesi utara (Sulut) tanpa memandang usia dan jenis kelamin.

 

 

Mawuntu dihadapan 600 peserta perkemahan, menyebut menyebut aksi melawan hukum ini, menyasar keluarga miskin, anak remaja dan pemuda yang putus, balita, anak perempuan yang beermasalah dalam keluarga, korban kekerasan dalam rumah tangga, anak jalanan, korban pernikahan dini terutama wanitanya, anak dalam pengungsian yanng terpisah dengan keluarga dan anak anak yang mendapat tekanan dari orang tua. Para korban, diungkapnya mudah terbujuk dengan rayuan janji manis dari oknum pelaku perdagangan orang yang menjanjikan pekerjaan, uang dan faslitas. “Padahal, ini semua adalah jebakan dan tipuan, yang memperdaya saudara saudari kita. Kini sarana mereka bertukar informasi adalah menggunakan aplikasi kekinian yang bisa diakses melalui selular atau gawai,” tutur dosen ini, sambil mengungkapkan bahwa Sulut menjadi kawasan yang ditarget dari oknum oknum pelaku perdagangan orang secara nasional dan internasional.

Baca juga  Kemenkominfo Telah Tutup Akses 3,4 Juta Konten Judi Online

 

Tim ZHTN Sulutteng yang ikut hadir bersama Mawuntu, yaitu Pdt Yance Wolla Gollu Ngaidi STh, Odry Sukotjo, Sulaiman Mappiase dan Lidia Watung SH ikut menambahkan adanya kelompok warga yang memang menyasar para pemuda pemudi untuk dijadikan korban. “Satu orang korban dengan tubuh sehat dan kuat, bisa bernilai ratusan hingga miliaran. Ingat, jika kita terbuai dengan janji manis mereka, maka masa depan kita hingga nyawa kita jadi taruhannya, dan pemerintah  kita sudah tegas dengan membentuk UU Tindak Pidana Perdagangan Orang atau TPPO ” tambah Watung.

 

Ketua Panitia Perkemahan, Wakil Bupati Minsel Pdt Petra Rembang dan Sekretaris PKK Minahasa Selatan Juli Rembang-Wati.

 

Sementara Mappiase dan Pdt Yance, meminta para pemuda pemudi yang hadir diperkemahan ini, bisa menjadi mata aparat hukum dan pemerintah, untuk membongkar dan memberantas aksi aksi dari peradagangan orang. “Jika ada hal seperti ini, bisa segera hubungi aparat keamanan, segera buat laporan. Jika takut, bisa menghubungi kami, kami siap untuk mendapingi,” tambah Yance.

Baca juga  Tiga Oknum Pencuri Motor Ditangkap Kabid Humas Polda Sulut Imbau Pemilik Kendaraan untuk Waspada

 

Pembahasan ini seru, karena ada beberapa pemuda dan pemudi sempat menerima informasi adanya aksi aksi perdagangan orang disekitar mereka, dan menyebut melalui pemahaman materi ini, mareka akan makin waspada dan berani untuk melaporkan ke aparat hukum. Ketua Panitia Perkemahan, Wakil Bupati Minsel Pdt Petra Rembang dan Sekretaris PKK Minahasa Selatan Juli Rembang-Wati, serta Sekum SAG Sulutteng, Gbl Fetrisia Keke Alling mengungkap rasa terima kasih pada Tim ZHTN Sulutteng atas materi PPO

 

Tim ZHTN Sulutteng sendiri dibentuk berdasarkan SK Nomor 88/SK-SAG/06/2023 yang dikeluarkan olej Majelis Pekerja Harian Sinode Am Gereja-Gereja di Sulutteng tentang Pembentukan Tim ZHTN Sulutteng, yang pelantikannya dilakukan pada 13 Juni 2023, oleh Ketua Majelis pekerja Harian SAG Sulutteng Pdt Dina Sophia Werat STh dan Sekretaris Gbl Fetrisia Y Alling MTh SE. (graceywakary)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *