MANADO, 19 JULI 2024 – Ajang internasional, 90 Youth Voices British Council, yang mempertemukan 90 pemuda pemudi dunia pemilik visi kepemimpinan untuk bumi yang lebih baik, yang digelar di London dan Manchester Inggris pada awal Juli lalu, memberikan presepsi baru bagi Samuel Leivy Opa SKel MSi, yang terpilih mewakili Indonesia,bersama dua pemuda lainnya.
Pada MANADONES, Samuel yang kesehariannya bekerja sebagai dosen sekaligus Ketua Program Studi (Prodi) Sains Kelautan, di Institut Sains dan Teknologi (ISTEK) Esa Trinita di Lopana, Kabupaten Amurang, Sulawesi Utara (Sulut) menjelaskan kegiatan kepemudaan untuk menjadikan bumi lebih baik, yang digelar oleh British Council yang merupakan badan amal internasional dari Kerajaan Inggris, dimana yang menjadi pelindungnya adalah Raja Inggris, Charles Ketiga. “Dalam rangkaian, pembukaan Perayaan 90 tahun British Council, digelarlah ajang 90 Youth Voices British Council. Dimana perwakilan pemuda dari 45 negara termasuk saya, diundang untuk untuk study visit di United Kingdom, Inggris selama 5 hari,” kata Pembina dari Maritim Muda Sulut, sebuah komunitas lingkungan yang mendorong anak usia dini untuk menjaga lingkungan.

Selama lima hari mengikuti program 90 Youth Voices, di UK, Samuel dan 89 perwakilan pemuda lainnya dari berbagai profesi seperti aktivis HAM, aktivis lingkungan, jurnalis, pengusaha, desainer, pengacara, dan konten creator, didorong aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang telah disiapkan. Salah satunya adalah program mengembangkan keterampilan kepemimpinan dan memperluas jaringan internasional, yang menawarkan platform untuk berbagi ide, belajar dari pengalaman satu sama lain, dan bekerja sama dalam proyek-proyek yang bertujuan untuk membawa perubahan positif di komunitas. “Kegiatan selama lima hari tersebut, bukan hanya sebuah pencapaian pribadi, tetapi juga sebuah inspirasi bagi para pemuda Indonesia untuk terus aktif berkontribusi dalam isu-isu global dan membawa dampak positif bagi dunia. Program 90 Youth Voices adalah jaringan internasional para pembuat pemuda perubahan, yang bersemangat untuk mengatasi tantangan global,” tutur pemuda ramah kelahiran Manado, 1998 .
Pengurus Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Kabupaten Minahasa ini, saat di London mengikuti beberapa sesi workshop seperti Community Research dan Deep Listening. Selain berkunjung ke London, Samuel dan para pemuda lainya juga berkunjung Manchester, berkunjungan ke situs-situs bersejarah seperti Museum Sejarah Rakyat. “Secara keseluruhan, kunjungan belajar ini memperkaya kemampuan saya. Ini juga mendorong saya untuk membagikan ilmu yang didapat dengan komunitas saya, dan saya akan mencoba membagi pengalaman ke audiens yang lebih luas secara daring bersama dengan teman-teman peserta dari Indonesia yang lain untuk menginspirasi anak-anak muda di tanah air tercinta Indonesia,” tambahnya.
Putra tunggal, dari pasangan Dr Ir Esry Tommy Opa MSi (alm), dan Pendeta (Pdt) Dr Djeny Ratuliu MPdK ini kemudian menjelaskan keterlibatan dirinya dalam proyek internasional untuk suara pemuda di progam British Council, dimulai sejak dirinya menjadi alumni Training Active Citizen dan menjadi Founder serta Field Coordinator Maritime Hero. Dimana, proyek aksi iklim yang dikelolahnya di Kawasan Perairan Teluk Manado mendapat pendanaan dari British Council lewat Youth Engagement COP26: Challenge Funds for Young People pada tahun 2021. Selain itu, pada tahun 2022, ia mewakili British Council Indonesia dalam Regional Conference of Youth Asia-Pacific on Climate and Water di Filipina, yang bertujuan membentuk jaringan pemimpin muda yang berkomitmen dalam isu-isu iklim dan air. (graceywakary)





