Gunung Karangetang di Siau Level II Masyarakat Dilarang Lakukan Pendakian

Masyarakat dan pengunjung atau wisatawan dilarang untuk mendekati, dan tidak melakukan pendakian di dalam zona prakiraan bahaya d Gunung Karangetan di radius 1,5 km dari puncak.

MANADO, 29 JULI 2024 – Aktivitas salah satu gunungapi di Sulawesi utara (Sulut), Gunung Karangetan masih berada di level II atau berstatus waspada.

 

Bacaan Lainnya

Untuk itu, masyarakat dan pengunjung atau wisatawan dilarang untuk mendekati, dan tidak melakukan pendakian di dalam zona prakiraan bahaya d Gunung Karangetan di radius 1,5 km dari puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (selatan), serta area perluasan sektoral ke arah Barat daya dan selatan sejauh 2.5 km. Hal ini ditegaskan berdasarkan laporan dari Pos Pengamatan Gunungapi Karangetang di Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Badan Geologi(BG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), Vieko Kristianse Rompas AMd siang tadi.

Baca juga  AS Umumkan Paket Bantuan Baru untuk Ukraina senilai Rp5,6 Triliun

 

Tidak hanya itu, direkomendasikan juga agar masyarakata Siau, mewaspadai guguran lava dan awan panas guguran yang dapat terjadi sewaktu-waktu dari penumpukan material lava sebelumnya karena kondisinya belum stabil dan mudah runtuh, terutama kesektor selatan, tenggara, barat dan barat daya. “Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai,” jelasnya dalam siaran pers siang tadi.

 

Dalam laporannya, gunungapi yang memiliki ketinggian mencapai 1.784 meter dari permukaan laut ini telah melakukan kegiatan vulkanik dalam dengan memiliki 1 kegempaan beramplitudo 52 mm dengan durasi selama  15 detik, juga telah melakukan tektonik Jauh dengan jumlah 5 Amplitudo 5-50 mm, dengan durasi 34 detik hingg 126 detik. “Untuk jelasnya, informasi ini bisa diakses di https://magma.esdm.go.id/v1/gunung-api/laporan,” tambahnya. (widya desfita)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *