IPK Indonesia Wilayah Sulut Dorong Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental Nakes

Ketua IPK Indonesia Wilayah Sulut, Hanna Monareh MPsi, Psikolog (kedua dari kiri bersama perwakilan Dinkes Kota Manado dan Kemenkes siang tadi.

MANADO, 14 AGUSTUS 2024 – Tenaga kesehatan (nakes) di Sulawesi utara (Sulut) mulai dari perawat, apoteker hingga dokter tetap membutuhkan dukungan selain keluarga, untuk menjaga kesehatan mentalnya.

 

Bacaan Lainnya

Ini terungkap dalam kegiatan yang digelar Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia Wilayah Sulawesi utara (Sulut), pagi tadi. Salah satu psikolog Sulut yang juga merupakan Pengurus IPK Indonesia Wilayah Sulut, Indri Dilapanga MPsi, Psikolog mengungkap sejak Covid –19 beban tugas para nakes melonjak luar biasa, yang tidak hanya membuat kelehan fisik saja, tapi mental para nakes juga terganggu, namun lolos dari perhatian publik. Dan dari data yang berdasarkan penelitian yang dilakukan pada tahun 2022 lalu, Indri mengurai bahwa sebanyak 67,1 persen para nakes  (sampel) mengalami Burn out (kondisi stres kronis di mana pekerja merasa lelah secara fisik, mental, dan emosional gara-gara pekerjaannya) derajad sedang, 29,9 persen mengalami burn out derajad ringan, kemudian 75 nakes di Indonesia mengalami kelelahan emosional derajad sedang, 82 persen nakes juga mengalami depersonalisasi derajad sedang dan 68 persen mengalami enurunan kinerja derajad sedang. “Ini artinya, para nakes kita juga membutuhkan dukungan memulihkan burn out yang mereka alami,” kata Indri dalam kegiatan Rapat Evaluasi Layanan Psikolo Klinis Puskesmas Manado.

Baca juga  Psikolog: Tetap Berikan Anak ASI meski Ibu Alami Baby Blues

 

Untuk itu, dia pun mengajak agar para nakes yang mengikuti kegiatan ini, jika terpapar burn out, maka bisa melakukan pencegahan melalui strategi untuk internal source berupa kesadaran diri dan literasi, peduli pada diri sendiri, menyeimbangkan pekerjaan dan kehidupan sehari hari dan melakukan olahraga yang menyenagkan. Sementara untuk external source dibutuhkan kebijaka untuk kesehatan mental dengan berinteraksi dengan layanan psikolog, mendapatkan kultur kerja yang sehat dan mendapatkan dukungan rekan kerja. “Benar,kami karena sering berhadapan dengan para pasien, membuat keseimangan mental kami bermasalah, dan hingga kini masih saya rasakan,” ungkap dr Fil Akay dari Puskesmas Bunaken yang hadir dalam kegiatan yang digelar di Hotel Best Western The Lagon Hotel Manado.

Baca juga  Kemenkes: Hindari Beli Obat Sirop Secara Mandiri Tanpa Resep Dokter

 

Ketua IPK Indonesia Wilayah Sulut, Hanna Monareh MPsi, Psikolog kegiaatan ini merupakan kerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI, yang utamanya untuk melakukan evaluasi progam pada empat Puskesmas di Manado yang menghadirkan layanan psikolog klinis. “Serangkaian kegiatan evaluasi, kami juga menggelar mini seminar untuk mendapatkan masukan dari para nakes, dan harapannya kami bisa memberikan dorongan untuk pemulihan serta kerja sama yang berkelanjutan,” ungkap Hanna, sembari menyebut saat ini psikolog klinis yang ada di Sulut baru dikisaran 19 psikolog. (graceywakary)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *