MANADO, 9 OKTOBER 2024 – Debat perdana pasangan Calon Gubernur (cagub) dan Wakil Gubernur (wagub) Sulawesi utara (Sulut) yang di selenggarakan di Kotamobagu, baru saja selesai.
Banyak hal dan usul program menarik yang ditawarkan oleh tiga pasangan cagub dan cawagub Sulut di debat pertama tadi malam. Salah satu yang menarik adalah, pandangan mereka tentang Climate Change atau perubahan iklim bila dilihat dari kemampuan ketahanan pangan Nyiur melambai. Pasangan cagub dan cawagub nomor urut 3 yang diwakili langsung oleh Steven Kandouw memberikan empat kebijakan, sebaga tanggapan atas pertanyaan para panelis. Pertama, akan mempertahankan lahan pertanian yang ada, alih fungsi lahan mengubah bertanian menjadi kawasan lain, maka wajib juga mengganti lahan pertanian yang baru. Kedua, adanya diversifikasi pangan dari beras ke ubi ubi dapat menjadi alternatif pengganti beras atau nasi, sebagai bahan pangan utama. Ketiga, menjaga distribusi logistik pertanian dan perkebunan dari daerah ke daerah. Dan keempat adalah mengoptimalisasi instasi vertical, seperti Bulog. “Jadi Climate Change adalah masalah dunia, kita harus pro pertanian. Berikan pupuk pada yang kurang, terutama dipedesaan,” kata Kandouw, dan mendapat dukungan langsung dari paslon cawagubnya, Denny Tuejeh.
Tidak hanya itu saja, Kandouw juga menegaskan program Mari jo Bakobong yang telah dijalankan oleh pemerintah sebelumnya. “Kita mampu melalui 3 tahun Covid-19 dengan mengandalan pertanian, dan ini akan menjadi prioritas dalam program kami,” tambah SK, saat diminta memberikan tanggapan lanjutam. Dalam debat formal yang digelar oleh KPU Sulut ini dihadiri langsung oleh paslon cagub nomor urut 1 yaitu Yulius Selvanus dan Victor Mailangkay, dan paslon nomor urut 2 yaitu Elly Engelbert Lasut dan Hanny Joost Pajouw, Ketua KPU Sulut Kenly Poluan dan empat Komisioner KPU Sulut lainnya Meidy Jafet Tinangon, Lanny Anggriany Ointu, Salman Saelangi, Awaludin Umbola, serta para pimpinan Bawaslu Sulut. (graceywakary)




