Kepala BI Sulut Sebut Daging Babi Sempat jadi Pemicu Jelang Idul Fitri

Kepala BI Perwakilan Sulut Andry Prasmuko (paling kanan) didampingi Wawali Kotamobagu Rendy Mangkat dan para pimpinan SKPD di Pemkot Kotamobagu yang hadir di HLM TPID kemarin.

MANADO, 21 MARET 2025— Komoditas penyebab inflasi di Sulawesi utara (Sulut) selain beras, biasanya adalah bawang merah, bawang putih, cabe atau rica dan tomat, namun beberap bulan ini, daging babi menjadi pemicunya.

 

Bacaan Lainnya

Ini dikatakan oleh Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sulut Andry Prasmuko dalam High Level Meeting (HLM) – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kotamobagu, yang digelar di Ruang Pertemuan Wakil Wali Kota (Wawali) Kotamobagu, pada (17/3) lalu. “Daging babi pemicu nya, terlihat di Kota Amurang Minahasa selatan dan Airmadidi di Minahasa utara, sesuai data Badan Pusat Statistik. Ini sangat menarik namun ini juga wajib kita pahami, karena sejak akhir 2024 lalu daging ini harganya naik, karena kurangnya pasokan,” kata Prasmuko, sambil menambahkan bahwa ini merupakan dinamika unik yang ditemuinya.

Baca juga  RUPST Telkomsel Tunjuk Tiga Direksi Baru

 

Walau begitu, BI ungkap Prasmuko juga berharap kerja sama dengan pemerintah provinsi dan pemeritah kota Kotamobagu untuk menjaga ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN), Idul Fitri tinggal menghitung hari. “Kegiatan ini penting dan strategis untuk mengendalikan inflasi daerah. Karena inflasi sangat berpegaruh pada perekonomian di wilayah Kotamobagu terutama saat Hari Idul Fitri nanti,” tuturnya didampingi Deputi BI KPw Sulut Reinol Asri dan tim.

 

Ditegaskna juga, secara keseluruhan kinerja sulut 2024 sangat baik, deflasi 0,15 harga cenderung turun. Namun lagi lagi, dia meminta untuk mewaspadai komoditas cabe dan nonkomoditas yang kini makin mengambil area tanam petani yaitu tanaman nilam.Tidak tanggung tanggung, alih fungsi lahan untuk penanaman tanaman nilam membuat lahan produktif untuk komoditas pangan pun berkurang hingga 120,55 Ha.

Baca juga  BI dan 3 Lembaga Hadirkan LIKE IT 2025 Series#3 di Manado

 

“Ini juga menjadi salah satu penyebab beberapa komoditas pangan dan komoditas lainnya mengalami penurunan selain masalah hama dan penyakit serta cuaca dan iklim yang terjadi sejak akhir tahun hingga awal tahun ini,” jelas Kepala Dinas (Kadis) Pertanian dan Perikanan Kotamobagu Fenty Dilasandi Miftah, dihadapan Wawali Kotamobagu Rendy Mangkat, Asisten II Pemkot Kotamobagu Adnan Masinae, Kepala Perum Bulog Sub Divre Bolaang Mongondow Ismail Azis, Kepala BPS Kotamobagu Jasni Makalunsenge dan para kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), di Pemkot Kotamobagu. (gracey wakary)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *