Beras jadi Topik Utama di HLM TPID – TP2DD antara Pemkab Bolmut dan BI

Kepala KPw BI Sulut Joko Supratikto saat memberikan penjelasan dalam kegiatan HLM TPID dan TP2DD di Boroko Bolmut belum lama ini.

MANADO, 1 AGUSTUS 2025 – Bupati Kabupaten Bolaang Mongodow Utara (Bolmut), Dr Sirajudin Lasena SE MEc Dev, mengungkapkan komoditas padi yang selama ini menjadi kekuatan ekonomi di daerahnya, belum sepenuhnya dijangkau olah warganya, salah satunya karena harga beras yang naik dalam 6 bulan belakangan ini.

 

Bacaan Lainnya

Ini diungkapnya, dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), serta Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) bersama Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada 30 Juli 2025 lalu di Boroko. Dan sebagai wujud komitmen terhadap ketahanan pangan, Pemkab Bolmut telah menyalurkan sebanyak 107 ton beras yang berasal dari hasil panen pada lahan seluas 235 hektar dari dua desa.

 

Untuk progres digitalisasi di Bolmut, bupati menegaskan bahwa pembangunan ekonomi daerah ke depan tidak dapat dipisahkan dari dua pilar utama, yaitu penguatan sistem keuangan daerah berbasis digital dan pengendalian inflasi yang terukur. “Digitalisasi, bukan sekadar modernisasi sistem, melainkan fondasi krusial dalam membangun tata kelola fiskal yang transparan, efisien, dan mampu mendorong peningkatan penerimaan daerah secara berkelanjutan,” ujarnya.

Baca juga  Emas Pegadaian Jumat ini, UBS-Galeri24 Turun, Antam Tak Ditampilkan

 

Menanggapi hal ini, Kepala KPw BI Sulut Joko Supratikto menyebut stabilitas harga beras tetap menjadi prioritas bersama. Dia kemudian mengurai dari data per Juni 2025 mencatatkan inflasi Sulawesi Utara sebesar 1,85% (ytd), lebih tinggi dari akumulasi realisasi nasional. Dikatakan, komoditas beras dan cabai rawit menjadi pendorong utama inflasi akibat keterbatasan pasokan dan gangguan cuaca. “Meskipun Boltara bukan termasuk daerah kota atau kabupaten pantauan IHK, namun tren harga komoditas di wilayah ini kerap sejalan bahkan lebih tinggi dari daerah sekitar, terutama pada komoditas strategis seperti beras dan cabai,” katanya.

 

Untuk itu sebut Joko, sebagai bentuk respons terhadap tantangan tersebut, Pemerintah Daerah bersama TPID dan Bank Indonesia akan terus mendorong penguatan program pengendalian inflasi. Dalam jangka menengah, penguatan ketahanan pangan juga didorong melalui program Petani Unggulan Sulawesi Utara (PATUA). Diharapkan partisipasi PATUA Bolmut ke depan dapat diperluas agar semakin banyak petani lokal yang memperoleh akses terhadap dukungan teknologi, benih unggul, serta pelatihan berbasis digital farming untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing.

Baca juga  Geografis Sangihe jadi Bahasan dalam di HLM TPID BI – Pemkab Sangihe

 

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemkab Bolmut dalam mendorong transformasi digital dan menjaga stabilitas harga, terutama di tengah tekanan ekonomi global dan domestik. Menurutnya, sinergi antara kebijakan pusat dan daerah menjadi semakin relevan, khususnya dalam menjembatani tujuan pembangunan jangka menengah daerah dengan inisiatif strategis nasional seperti Program Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) dan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).

 

Ia juga menegaskan bahwa Bank Indonesia akan terus mendukung melalui pendampingan teknis, penguatan kelembagaan, dan fasilitasi berbagai program yang bersifat inklusif dan berkelanjutan. Prestasi TP2DD Boltara pun turut menjadi sorotan dalam pemaparan beliau. Dalam ajang Championship TP2DD 2024, Bolmut  berhasil naik ke peringkat ke-6 untuk kategori kabupaten se-Sulawesi, jauh melesat dari peringkat ke-26 pada tahun sebelumnya. Pencapaian ini tidak terlepas dari komitmen kuat kepala daerah yang memimpin langsung pelaksanaan HLM, alokasi belanja untuk ETPD, serta pemberian insentif kepada wajib pajak yang melakukan pembayaran secara digital dan tepat waktu. (gracey wakary)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *