MANADO, 21 AGUSTUS 2025 – Karya sastra unik, hasil kolaborasi antara teknologi kekinian yang disebut Artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, dan karyawan Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) dari berbagai daerah di Indonesia, berhasil hadirkan rekor yang tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI).
Karya yang dimaksud adalah 5.000 puisi, dengan sentuhan kearifan lokal dan misi pelestarian budaya yang tercipta dari Sahabat-AI, Large Language Model (LLM) open-source berkapasitas 70 miliar parameter yang dirancang khusus untuk Bahasa Indonesia. Dalam siaran pers yang diterima MANADONES disebut, pencapaian ini mengantarkan Indosat meraih Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk aktivitas pembuatan puisi terbanyak dengan AI secara serempak
Sahabat-AI ternyata mampu memahami nuansa bahasa, merangkai kata, dan menghasilkan karya sastra dalam bahasa lokal seperti Jawa, Sunda, Batak, dan Bali, membuktikan bahwa AI dapat beradaptasi dengan kekayaan budaya bangsa. Dan, pemecahan rekor ini merupakan simbol bagaimana teknologi dapat menjadi katalis bagi kreativitas manusia. Karya sastra ini dibuat sepanjang periode 4–6 Agustus 2025, ribuan karyawan Indosat menuangkan rasa cinta tanah air dalam bait-bait puisi dengan bantuan Sahabat-AI.
Setiap karya lahir dari inspirasi penulisnya, namun diperkaya oleh kemampuan AI memahami konteks budaya dan bahasa. “Pemecahan rekor ini, bukan tentang jumlah, tapi bagaimana memaknai teknologi dapat menjadi elemen penting dari kedaulatan suatu bangsa. Sahabat-AI merupakan LLM Open-Source yang dibangun oleh orang Indonesia, didukung oleh infrastruktur yang berdaulat dari AI Factory kami, dan dirancang untuk melestarikan Bahasa Indonesia,” kata President Director and Chief Executive Officer IOH, Vikram Sinha.
Prosesi penyerahan piagam Rekor MURI digelar pada 19 Agustus 2025 di Kantor Pusat Indosat Ooredoo Hutchison (KPPTI) Jakarta, dihadiri oleh jajaran direksi Indosat, perwakilan MURI, serta disaksikan secara serentak oleh seluruh HiRO di 10 kota melalui live streaming. Yusuf Ngadri, Direktur Operasional MURI menjelaskan capaian ini, jadi bukti bahwa teknologi dan budaya dapat berjalan seiring, saling memperkuat, dan menghasilkan karya yang bernilai tinggi. “Rekor ini bukan hanya pertama di Indonesia, tetapi juga menjadi inspirasi bahwa inovasi bisa dilandasi oleh kecintaan pada tanah air,” ungkapnya. (gracey wakary)





