SURABAYA, 28 JULI 2026 — Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI), siang kemarin di Surabaya resmi menjalin kerja sama strategis dengan Hukumonline.
Kerja sama ini, adalah bagian untuk memperkuat literasi dan pelindungan hukum bagi jurnalis perempuan di Indonesia. Kemitraan ini ditandai dengan pemberian akses gratis ke platform kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) milik Hukumonline, AIlex, bagi seluruh anggota FJPI di tanah air.
Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Chief Content Officer Hukumonline Robert Sidauruk, dan Sekretaris Jenderal FJPI Tri Ambarwatie. “Ini menjadi langkah krusial di tengah besarnya tantangan yang dihadapi jurnalis perempuan, mulai dari risiko kriminalisasi karya, perundungan siber atau cyberbullying, hingga minimnya pemahaman hak ketenagakerjaan dan kekerasan seksual di tempat kerja,” kata Tri dalam siaran pers yang diterima MANADONES.
Dia juga menyebut melalui integrasi teknologi AIlex, ratusan anggota FJPI di 18 cabang dapat memanfaatkannya untuk dua fokus utama. Pertama, mitigasi risiko dan riset jurnalistik, yang Memudahkan jurnalis memverifikasi regulasi, menganalisis pasal, serta memahami istilah hukum secara presisi sebelum berita diterbitkan agar terhindar dari jerat hukum.
Kedua adalah untuk navigasi hak ketenagakerjaan, membantu jurnalis perempuan mempelajari dan memperjuangkan hak-hak hukumnya sebagai pekerja media secara mandiri dan berdaya. Sekretaris Jenderal FJPI ini juga menegaskan akses pengetahuan hukum yang akurat merupakan kebutuhan mendesak. Kehadiran AIlex diharapkan menjadi “sandaran pengetahuan hukum” yang kokoh dan mudah diakses bagi para jurnalis.
Sementara itu, Chief Content Officer Hukumonline, Robert Sidauruk, berharap kolaborasi ini dapat meningkatkan kapasitas teknis jurnalis perempuan sekaligus menciptakan iklim kerja media yang lebih aman dan berperspektif keadilan gender di seluruh Indonesia. (gracey)





