MANADO, 14 NOVEMBER 2025 – Politeknik Negeri Manado (Polimdo), mempertegas komitmennya dalam menyelaraskan dunia pendidikan dengan kebutuhan industri. Hal ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (MoA) bersama Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) di Gedung Kuliah Terpadu (GKT) Polimdo, siang tadi.
Agenda ini juga dirangkaikan dengan kuliah umum bertajuk “Perpajakan dan Masa Depan Indonesia” yang dihadiri puluhan mahasiswa Jurusan Akuntansi. Direktur Polimdo, Dra. Mareyke Alelo, MBA, dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi ini untuk menciptakan keselarasan (link and match) antara kurikulum kampus dengan kebutuhan dunia kerja. “Dari mana dasar kita menyusun kurikulum? Bagaimana kita tahu kebutuhan industri jika tidak bekerja sama. Investasi ilmu dari IKPI sangat berarti agar lulusan Polimdo lebih siap direkrut industri,” ujar Mareyke.
Dalam kesempatan itu, Mareyke juga memberikan pesan tegas mengenai kesadaran pajak. Ia mencontohkan Gedung Kuliah Terpadu (GKT) tujuh lantai tempat acara berlangsung sebagai bukti nyata manfaat pajak bagi pembangunan fasilitas pendidikan. Sementara itu, Ketua IKPI Vaudy Starworld, S.SE., S.H., mengapresiasi keterbukaan Polimdo dalam menjalin sinergi. Ia berharap kerja sama ini dapat meningkatkan partisipasi mahasiswa Polimdo dalam kompetisi perpajakan tahun depan. “Kami berterima kasih atas partisipasi enam tim Polimdo pada Juni dan Agustus lalu. Tahun depan kami berharap bisa melibatkan minimal sepuluh tim,” kata Vaudy.
Vaudy menambahkan bahwa kehadiran IKPI di hadapan mahasiswa merupakan upaya mempersiapkan generasi muda Manado sebagai bagian penting menuju Indonesia Emas 2045, khususnya dalam memahami sektor perpajakan yang vital bagi negara. Pada kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Jurusan Akuntansi Raymond Festus Rombot, SE., M.Si., Humas Polimdo Toni Alalinti, serta jajaran Kaprodi di lingkungan Jurusan Akuntansi. (graceywakary)





