Direktur Polimdo Tegaskan Riset Vokasi Wajib Jadi Produk Nyata Desa Budo jadi Bukti Sukses

Direktur Politeknik Negeri Manado (Polimdo), Dra. Maryke Alelo, menekankan pentingnya hilirisasi karya akademis agar tidak hanya berhenti sebagai literatur.

MANADO, 18 NOVEMBER 2025 – Direktur Politeknik Negeri Manado (Polimdo), Dra. Mareyke Alelo, menekankan pentingnya hilirisasi karya akademis agar tidak hanya berhenti sebagai literatur.

 

Bacaan Lainnya

Hal ini disampaikannya saat membuka Mapalus Expo 2025 di Auditorium Prof. Ruddy Tenda, pagi tadi. Menurut Mareyke, karya jurnal dosen dan mahasiswa harus dikonversi menjadi produk fisik atau sistem yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Sebagai bukti konkret, ia memaparkan keberhasilan pendampingan Polimdo di Desa Budo, Kabupaten Minahasa Utara. Melalui hibah pemerintah Inggris, Polimdo mengerahkan mahasiswa dari berbagai jurusan—Pariwisata, Teknik Elektro, Teknik Sipil, dan Akuntansi—untuk mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) setempat.

Baca juga  Polimdo Buka Pendaftaran Maba untuk Jalur Nonprestasi Akademik dan Prestasi Akademik

 

“Potensinya luar biasa. Dua tahun lalu Desa Budo masuk 10 besar desa anugerah wisata. Sekarang mereka sudah bisa menunjukkan kemandirian ekonomi,” ujar Maryke. Selain pemberdayaan ekonomi desa, Polimdo juga menampilkan inovasi teknologi pengolahan sampah dalam pameran tersebut sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian lingkungan. Acara yang turut dihadiri oleh pejabat Kemdiktisaintek ini menjadi panggung pembuktian bahwa pendidikan vokasi mampu menjadi solusi atas tantangan kebangsaan melalui inovasi yang aplikatif. (gracey wakary)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *