MANADO, 16 MARET 2026 – Transaksi keuangan secara digital, di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) dengan menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), menunjukkan tren positif.
Dari data terbaru Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sulawesi utara (Sulut), menunjukkan kenaikan. Dimana, pada Januari 2026, volume transaksi QRIS mencapai 35.919 transaksi dengan nilai nominal Rp3,63 miliar.

Angka ini disebut dalam siaran pers BI, yang diterima MANADONES, meningkat drastis dibandingkan periode yang sama tahun 2025, dengan mencatat 2.659 transaksi senilai Rp466 juta.
Tidak hanya itu, pertumbuhan signifikan ini sejalan dengan bertambahnya jumlah merchant di Sitaro yang kini mencapai 4.173 unit. “BI Sulut optimis bahwa tren ini menandakan masyarakat Sitaro semakin siap meninggalkan uang tunai menuju ekosistem ekonomi digital yang inklusif,” ungkap Kepala Tim Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah BI KPw Sulut Ircham Andrianto Taufick, dalam siaran pers yang diterima.
BI KPw Sulut pada 11–12 Maret 2026 lalu, melakukan kegiatan sosialisasi dan edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, QRIS, serta Pelindungan Konsumen dengan dukungan Pemkab Sitaro di sejumlah kawsan yang ada di Pulau Siau. (gracey)




