Kawasan 5G di Sulawesi Utara Diperluas Telkomsel dari dua Titik jadi 11 Titik

Telkomsel perluas jangkauan untuk konektivitas 5G (dan Hyper 5G) untuk Sulut, dari dua titik kini jadi 11 titik.

MANADO, 18 MARET 2026 – Meningkatnya mobilitas masyarakat, serta tumubuhnya ekonomi di Sulawesi utara (Sulut),membuat Telkomsel menambah layanan untuk konektvitas jangkauan.

 

Bacaan Lainnya

Tidak tanggung taggung, Telkokmsel menambah ekspansi masif jaringan 5G-nya (Hyper 5G), sebelumnya hanya dua area untuk Sulut yaitu kawasan Bandara Sam Ratulangi Manado dan kawasan Megamas, kini bertambah sembilan titik, hingga total titik menjadi 11 titik jangkauan untuk 5G dan Hyper 5G. Istimewanya lagi, Telkomsel yang pertama kali membuka layanan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Likupang.

 

Ke-11 titik jangkauan 5G (Hyper 5G  adalah Bandara Sam Ratulangi, Kawasan Megamas, Pelabuhan Manado, Pasar 45, Bahu, Sario, Manado Town Square, Wanea (Kantor Gubernur dan Sekitarnya), Mapanget area Paniki dan KEK Likupang.

Baca juga  Menyelami Dunia Bunyi Siswa Tunarungu

 

“Telkomsel  berkomitmen menghadirkan manfaat jaringan Hyper 5G yang dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat, mulai dari individu, keluarga, hingga pelaku bisnis, sehingga menjadi pendorong strategis bagi pertumbuhan ekonomi dan percepatan transformasi digital di Indonesi Timur. Hingga saat ini, sebaran Telkomsel Hyper 5G di Sulawesi dan Maluku Utara telah hadir dengan dukungan 236 BTS 5G. Telkomsel akan terus memperluas cakupan Hyper 5G secara bertahap dan terukur agar semakin banyak pelanggan merasakan pengalaman konektivitas yang unggul dan andal,” kata General Manager Region Network Operations and Productivity Telkomsel Sulawesi, Asep Hermawan dalam siaran pers yang diterima MANADONES.

 

Jaringan 5G Telkomsel adalah teknologi seluler generasi kelima yang dapat dinikmati pelanggan menggunakan smartphone 5G di cakupan area khusus dan terbatas. Layanan 5G Telkomsel beroperasi di frekuensi n40 (2.300 MHz) dan n1 (2100 MHz). 5G adalah teknologi seluler yang merupakan evolusi dari Teknologi 4G LTE, yang secara teori dapat mencapai data rate (kecepatan data) lebih cepat, latency  (kepadatan jumlah perangkat yang terhubung jaringan pada suatu luas area tertentu) lebih rendah, dan jumlah connection density (kerapatan koneksi) lebih banyak dari 4G.

Baca juga  Indonesia ke Semifinal Setelah Tumbangkan Korsel Lewat Adu Penalti

 

Sementara Hyper  5G menghadirkan koneksi data lebih cepat untuk download dan streaming yang lebih lancar, latensi yang sangat rendah mampu membuat koneksi menjadi lebih responsive dan kapasitas lebih besar untuk menghubungkan banyak perangkat tanpa mengurangi kualitas jaringan. (gracey wakary)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *