MANADO, 4 AGUSTUS 2026 – Panen melimpah di setra penghasil cabai rawit, cabai merah, dan tomat di Minahasa, Minahasa Selatan, dan Bolaang Mongondow Raya (BMR), serta Gorontalo membuat Sulawesi utara (Sulut) pada Juli mengalami deflasi.
Tidak tanggung tanggung deflasi untuk bulan ke bulan, atau month to month (mtm) sebesar 1,05 persen. Dalam siaran pers yang diterima MANADONES siang tadi, diungkap juga komoditas bawang merah dari Bima dan Makassar melimpah masuk Sulut. “Ini membuat stok di pasar melimpah sehingga harganya ikut turun,” kata Kepala Badan Pusat Statistik Sulawesi utara (Sulut) Watekhi dalam siaran pers ini.
Diurai juga harga-harga barang dan jasa di Sulut, secara umum mengalami penurunan dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Meski mengalami deflasi bulanan, secara tahunan (year-on-year) inflasi Sulut masih berada di level yang terjaga, yakni 2,53 persen, dengan inflasi tahun kalender (Januari–Juli 2026) tercatat sebesar 3,38 persen.
Makanan dan bumbu dapur jadi penyebab utama penurunan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar deflasi bulan ini, dengan penurunan harga mencapai 3,57 persen. Tarif angkutan udara turut menyumbang deflasi akibat adanya penurunan tarif pada periode ini. Sementara untuk faktor penahan adalah biaya kuliah hingga beras. (gracey wakary)





