MANADO, 27 September 2026 — Kebijakan percepatan dan perluasan digitalisasi yang diusung Bank Indonesia (BI) bersama pemerintah daerah membuahkan hasil positif di Sulawesi Utara.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sulut mencatat adopsi layanan keuangan digital di wilayah tersebut menunjukkan tren kenaikan yang kuat hingga Agustus 2026. Dalam siaran pers yang diterima MANADONES, Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Sulut Joko Supratikto, mengungkapkan akseptasi QRIS di Sulut kini telah menjangkau 634 ribu pengguna dengan 402 ribu merchant.
Selain itu, pemanfaatan infrastruktur BI-FAST oleh masyarakat Sulawesi Utara telah mencapai 15,98 juta transaksi dengan nilai total Rp8,67 triliun. “Penguatan infrastruktur dan perluasan akseptasi digital di daerah terbukti meningkatkan efisiensi perekonomian Sulut. Ke depan, BI bersama Pemerintah Daerah akan terus memperkuat sinergi untuk mendorong inklusivitas dan daya saing ekonomi daerah,” kata Joko Supratikto dalam keterangan resminya, Jumat (25/9).
Capaian positif digitalisasi daerah ini juga diperkuat dengan penganugerahan penghargaan dalam ajang FEKDI x IFSE 2026 di Jakarta, di mana perwakilan Sulawesi Utara, Lufry Franska dari Kota Manado, berhasil meraih Juara 4 KATALIS P2DD kategori Utama KATALIS II atas inovasi percepatan digitalisasi daerah.
BI menegaskan komitmennya untuk terus mengawal perluasan ekosistem digital di Sulawesi Utara melalui integrasi program TP2DD serta peningkatan fasilitas pembayaran berbasis digital guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. (gracey)





