Medali Emas Compound jadi Capaian Tertinggi Panahan dalam Asian Games

Atlet panahan Indonesia Nurisa Dian Ashrifa berfoto dengan medali emas Asian Games 2026 di Okazaki Chuo Sogo, Aichi, Jepang, Kamis (1/10/2026). (ANTARA/HO-Perpani)

 

 

Bacaan Lainnya

 

 

 

NAGOYA JEPANG, 1 OKTOBER 2026 (ANTARA) – Medali emas nomor compound dari Nurisa Dian Ashrifa menjadi capaian tertinggi tim panahan Indonesia sepanjang keikutsertaan Asian Games, sekaligus menjadi catatan penting bagi perkembangan cabang olahraga tersebut menuju persaingan level dunia.

 

Wakil Ketua Umum II Pembinaan dan Prestasi Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Abdul Razak mengatakan, keberhasilan tersebut menjadi momentum penting federasi mengingat nomor compound akan dipertandingkan pada Olimpiade mendatang. “Itu sangat berarti bagi federasi, karena divisi compound pada Olimpiade yang akan datang sudah dilombakan,” kata Abdul Razak di Nagoya, Jepang, Kamis.

 

Dia mengatakan, perolehan medali emas tersebut berada di luar target awal yang ditetapkan federasi. Sebelumnya, Indonesia hanya menargetkan dua medali perunggu karena kondisi persiapan tim yang dinilai belum sepenuhnya optimal. “Itu memang di luar target. Waktu kami diminta target medali oleh Menpora melalui NOC, kami hanya menargetkan dua perunggu. Kami belum pernah ditargetkan medali, apalagi emas,” ujar Abdul Razak.

Baca juga  Paus ke-267 Gereja Katolik Terpilih pada Pemungutan Suara Keempat

 

Menurut Abdul Razak, Nurisa Dian Ashrifah, atau yang akrab disapa Hani, merupakan salah satu atlet yang menjadi andalan Indonesia setelah meraih medali emas SEA Games 2025. Performa Hani dinilai masih mampu bertahan sehingga federasi tetap memproyeksikannya untuk meraih medali. Namun, Abdul Razak menjelaskan, persiapan tim Indonesia pada tahun ini belum berjalan secara maksimal.

 

Pelatnas masih menerapkan sistem desentralisasi dan pemanggilan atlet sehingga komposisi tim belum sepenuhnya ideal. Selain itu, kesempatan melakukan uji coba juga terbatas. “Pelatnas kami tahun ini agak compang-camping. Masih ada desentralisasi, ada pemanggilan lagi, jadi persiapan tim belum maksimal. Kami juga tidak banyak melakukan try out, kecuali di Singapura,” ujar Abdul Razak.

Baca juga  Hujan Deras Walikota AA Cek Anak Sungai di Beberapa Lokasi

 

Meski demikian, federasi sejak awal tetap melihat peluang Hani untuk menyumbangkan medali. Dalam perjalanan menuju emas, Indonesia harus melewati persaingan ketat, termasuk menghadapi India. “Yang paling berat adalah dengan India. Setelah kami melewati India, kami sudah berani menargetkan medali emas,” kata Abdul Razak. Ia menambahkan, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa atlet panahan Indonesia mampu bersaing meski datang dengan persiapan yang tidak sepenuhnya ideal.

 

Pewarta : Arindra Meodia

Editor : Imam Santoso

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *