MANADO — Nyiur melambai memang memiliki pesona bawah laut yang luar biasa. Para peneliti kelautan dunia yang melakukan penelitian pada 2010 lalu di kapal penelitian National Oceanic and Atmospheric Administration (NOOA) milik Amerika Serikat menyebutkan hampir 5000 biota laut ada di area ini.
Jangan heran, para penyelama dan pecinta fotografer bawah laut banyak menjadikan, Sulawesi Utara (Sulut) sebagai daerah tujuan aktivitas menyenangkan ini. Taman laut Bunaken memang menjadi salah satu kawasan idaman yang wajib di kunjungi selain Lembeh dan Gunung api bawah laut yang ada di Sangihe, Mahangetang namun diluar tiga kawasan ini, ada hampir ratusan spot menyelam yang indah yang terhampar mulai Bitung hingga di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel).

Belum lama ini, salah satu kawasan menyelam yang diperuntukkan bagi para penyelam profesional yang memiliki sertivikat selam advance, Batu Kapal Nain menjadi surga yang beda dari biasanya. Karena disini selain bisa menikmati pesona coral warna warni yang besar, arus bawah air yang beda dari biasanya, para penyelam pun akan disuguhi oleh kehadiran para biota bawah air yang juga tidak biasanya mulai dari pari manta dan yang terbaru adalah kehadiran para kawanan yang dilindungi, hiu martil atau yang keren disebut Hammerhead Shark.
Seperti yang dijelaskan oleh salah satu guide selam dari Celebes Divers, Stev Pansing dia berhasil merekam aktvitas menyenangkan dari para hiu ini dikedalaman mulai dari 12 meter hingga 30 meter. “Kawanan Hammerhead ini memang sering melalui area Batu Kapal sejak lama.

Sudah tiga kali saya membawa tamu dan bertemu dengan kawanan ini selain kawanan Eagle Ray,” kata pria ramah ini. Menurut Stiv, menyelam di Batu Kapal memang tidak menjamin akan bertemu langsung, karena kawanan hiu ini sulit dideteksi oleh waktu. “Ke Batu Kapal harus pagi pagi sekali, sebelum jam 5 subuh harus sudah berangkat,” tambahnya. Dia pun bersyukur bisa melihat langsung para raksasa air yang cantik ini.
Ini juga dibenarkan oleh salah satu guide senior dari Bunaken, Arjun Langitan yang menyebut kawanan hiu martil ini seperti permata dan banyak dicari untuk di lihat dan diabadikan melalui kamera bawah air. Bagi Anda yang penasaran, jika ingin bertemu dan melihat langsung kawanan ini, maka carilah dive center yang bisa membawa Anda ke parairan Batu Kapal Nain di Minahasa Utara, namun yang wajib diingat, adalah arus area ini termasuk yang kencang. (gracey)





