MANADO – Virus Corona alias si 2019-nCoV yang ditemukan di Wuhan salah satu daerah di Tiongkok, langsung menjadi perhatian dunia, tidak terkecuali di ibukota Sulawesi Utara (Sulut), Manado sejak beberapa hari terakhir ini.
Virus yang kini jadi wabah dengan menewaskan sekiar 17 warga di Wuhan ini langsung menjadi perhatian serius dari pemerintah Kota Manado, karena Kota Manado merupakan 19 Kota di Indonesia, yang menerima penerbangan langsung dari China. Tidak tanggung tanggung Walikota Manado, GS Vicky Lumentut dan jajaran langsung menggelar rapat dan langsung aksi mulai dengan sosialisasi hingga mengecek langsung ke area Bandara Sam Ratulangi Manado, yang menjadi pintu utama kedatangan para turis Tiongkok ke Sulut dimana dari data yang ditemukan, setiap minggunya ada sekira 24 direct flight China-Manado di Bandara Sam Ratulangi

“Warga Manado tidak perlu panik dan berlebihan menerima informasi tentang virus ini, karena langkah antisipatif maksimal sudah dijalankan dan diterapkan olehs emua pihak terkait, mulai dari Angkasa Pura 1 Bandara Sam Ratulangi, pihak KKP, bahkan pihak rumah sakit yang sudah memiliki prosedur penangannannya. Virus ini wajib kita waspadai tapi kita tidak boleh menolak para wisatawan asal Tiongkok berkunjung,” ujar Walikota, usai meninjau langsung kesiapan Bandara Sam Ratulangi, didampingi langsung oleh GM Bandara Sam Ratulangi Minggus ET Gandeguai bersama Kepala KKP Kelas II Manado, Johanis Patari
Dari pantauan, Bandara telah menyediakan ruang pemeriksaan thermal scanner, dimana para wisman yang baru saja turun dari pesawat akan menjalani pemeriksaan untuk mendeteksi potensi terbawanya virus pneumonia maupun corona. Wisman yang berhasil melewati pemeriksaan tersebut baru bisa diijinkan untuk melakukan pemeriksaan dokumen. “Tidak akan ada yang bisa masuk Manado jika terindikasi virus ini,” tambah Minggus.(gracey wakary)





